
Rumah Ameng, tersangka lain di Jalan SM Raja, Sibolga yang ditemukan 30 bahan peledak.
JawaPos.com - Solimah, istri terduga teroris Abu Hamzah alias Husain, dan seorang anaknya yang masih berusia 2 tahun akhirnya tewas setelah meledakkan diri dengan bom pada Rabu dini hari (13/3) di Sibolga, Sumatera Utara, kemarin (13/3).
Polisi sudah berjam-jam merayu Solimah untuk menyerah. Namun, imbauan tersebut sama sekali tidak digubris. Polisi menduga Solimah terpapar paham radikalisme dengan sangat kuat.
Saat polisi menggerebek rumah Abu Hamzah pada Selasa (12/3) pukul 14.23, sempat ada bom yang meledak. Ledakan itu mengenai seorang polisi. Dari informasi yang dihimpun Jawa Pos, ketika itu polisi membuka pintu rumah Abu Hamzah yang merupakan anggota jaringan terduga teroris RIN alias Putra Syuhada (PS) yang lebih dulu ditangkap di Lampung. Rupanya, ada bom yang meledak.
Dua orang terluka dalam peristiwa itu. Yaitu, seorang warga yang berdekatan dengan rumah Abu Hamzah dan seorang polisi. Mereka diduga terkena serpihan bom. Kedua korban dilarikan ke RS Metta Medika Sibolga dan selanjutnya dirujuk ke RS FL Tobing.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menyatakan, setelah ledakan pertama tersebut, polisi bernegosiasi habis-habisan. Sebab, hanya Abu Hamzah yang bisa diamankan. Istri dan anaknya yang masih balita tetap berada di dalam rumah. Polisi khawatir terjadi ledakan susulan. Sebab, disebutkan, di rumah itu banyak bom. Bahkan, agar tidak jatuh korban lagi, polisi melakukan sterilisasi hingga 100 meter dari tempat kejadian perkara (TKP).
Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja mengomando sterilisasi itu. "Semua menjauh, semua menjauh. Masih ada tersangka dan diduga ada bom aktif yang terdeteksi. Jangan main-main. Ini serius!" tegasnya.
Komunikasi dengan istri Abu Hamzah sampai dilakukan dengan menggunakan pengeras suara masjid yang tidak jauh dari TKP. "Kami membujuk istri terduga teroris," ujarnya.
Negosiasi yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen Agus Andrianto itu berlangsung lebih dari 10 jam. Awalnya, didatangkan takmir masjid untuk membujuk istri Abu Hamzah. Salah satunya Ustad Zainun Sinaga. Dia terus berupaya meluluhkan hati istri Abu Hamzah.
"Menyerahlah. Ingat anakmu. Jangan kau korbankan anakmu. Bicarakan baik-baik kalau ada masalah. Tidak ada agama yang mengajarkan hal yang begitu. Menyerahlah," kata Zainun dengan pengeras suara. Lagi-lagi bujukan itu tidak mempan.
Polisi akhirnya meminta Abu Hamzah yang selama ini bekerja sebagai tukang listrik dan servis handphone merayu istrinya. Apalagi diketahui, Solimah membawa empat bom aktif, sedangkan di sampingnya ada anak yang masih berusia 2 tahun. Abu Hamzah tentu tidak mau anaknya turut menjadi korban. "Anak ini yang sangat dikhawatirkan," kata Dedi.
Melalui pengeras suara masjid, Abu Hamzah juga terus meminta istrinya melunak. Setidaknya, menyerahkan anaknya agar tidak menjadi korban. "Namun, tidak ada respons sama sekali," ujarnya.
Dedi menuturkan, sejak awal Abu Hamzah ragu istrinya akan menuruti ajakannya. Sebab, dari penuturan Abu Hamzah, pemahaman istrinya itu lebih keras daripada dirinya. Istrinya sangat percaya dengan ideologi ISIS.
Negosiasi akhirnya mentok. Saat dini hari pukul 01.20, terdengar ledakan dari rumah tersebut. Petugas belum bisa mendekat karena khawatir masih ada ledakan susulan. "Ternyata benar, beberapa menit kemudian ledakan kedua terjadi," ungkap Dedi.
Dia menuturkan, petugas baru bisa mendekat dan melakukan evakuasi sekitar pukul 05.00. Di dalam rumah ditemukan dua jenazah, seorang perempuan berusia 30 tahunan dan anak kecil berusia sekitar 2 tahun. "Kondisi jasadnya hancur," katanya.
Perlu diketahui, ada perbedaan jumlah anggota keluarga yang masih dipastikan. Menurut Dedi, dari pengakuan Abu Hamzah, anaknya tiga orang. Namun, tetangga menyebutkan, di dalam rumah itu ada dua anak. "Tapi, dari olah TKP, hanya satu anak yang ditemukan. Ini masih dipastikan," tuturnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
