Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 April 2017 | 16.07 WIB

Penyiraman Air Keras Novel Baswedan Terkait Kasus E-KTP?

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Teror berupa siraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan mendapat kecaman dari berbagai pihak. Salah satunya dari Indonesian Corruption Watch (ICW).


"Teror terhadap Novel sudah beberapa kali dilakukan. Diduga kuat, aksi serangan terhadap Novel kali ini berkaitan erat dengan kasus korupsi E-KTP yang tengah diusut KPK," kata Koordinator ICW Adnan Topan Husodo dalam keterangannya, Selasa (11/4).


Menurut Adnan, teror terhadap Novel harus dilihat sebagai ancaman terhadap agenda pemberantasan korupsi. Pasalnya, orang atau kelompok yang melakukan teror punya tujuan utama, yakni bagaimana supaya proses hukum atas kasus tertentu berhenti.


"Karena praktek kekerasan atas personel KPK telah dilakukan berulang kali, ICW menuntut kepada Presiden Jokowi dan Kapolri untuk mengambil sikap tegas dengan mengusut pelakunya serta menyeretnya ke proses hukum," ujarnya.


Dia menambahkan, masyarakat Indonesia perlu tahu siapa dalang di balik aksi teror yang dilakukan kepada Novel Baswedan. Presiden Jokowi dan Kapolri juga harus meningkatkan upaya untuk memberikan rasa aman dan perlindungan bagi siapapun yang bekerja untuk melawan korupsi di Indonesia.


Pagi tadi, Novel disiram air keras oleh dua orang bersepeda motor usai menjalankan solat Subuh di masjid dekat rumahnya. Dia langsung dilarikan ke IGD RS Mitra Keluarga Kelapa Gading. Novel mengalami luka akibat air keras di bagian mata. (Put/jpg)

Editor: Thomas Kukuh
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore