Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 24 Agustus 2017 | 06.58 WIB

Kuda Troya di Tubuh KPK Semakin Tampak, Siapa?

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama juru bicara KPK Febri Diansah. - Image

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak bersama juru bicara KPK Febri Diansah.

JawaPos.com - Baru-baru ini, KPK secara kelembagaan maupun pribadi pegawainya, kembali menghadapi serangan bertubi-tubi dari sejumlah pihak yang tidak menyukai keberadaan lembaga antirasuah ini, membersihkan korupsi di negeri ini.


Namun, atas berbagai serangan tersebut, tidak ada sikap yang tegas dari pimpinan KPK untuk menghalau serangan yang dialamatkan terhadap lembaga antirasuah dan beberapa pegawainya, seperti penyidik senior KPK Novel Baswedan. Hal ini pun lantas menimbulkan kecurigaan sejumlah pihak.


Ketua PP Muhammadiyah Dahnil Azhar Simanjuntak bahkan menilai, jika lembaga yang kini dipimpin Agus Raharjo cs tersebut telah disusupi ”kuda troya”.


“Saya menduga kuda troya di dalam KPK, itu memang punya motif untuk melakukan pelemahan secara masif dari dalam KPK. Seperti juga diduga ada kerjasama kongkalikong, internal KPK dengan para politisi di DPR, dengan instansi hukum lainnya, melemahkan kpk dari dalam secara masif,” terang Dahnil dalam video yang dikirim ke JawaPos.com, Rabu(23/8).


Dahnil menegaskan, dengan masuknya ”kuda troya” tersebut, ia pun melihat ada agenda pelemahan yang terstruktur, sistematis dan masif yang dilancarkan koruptor dan kroni-kroninya guna untuk menghancurkan anak kandung reformasi tersebut.


”Saya melihat agenda pelemahan KPK melalui penyerangan atau tuduhan-tuduhan terhadap Novel yang sekarang sedang menunggu proses operasi tahap kedua, masih dilakukan untuk benar-benar hancurkan KPK dari dalam maupun dari luar, sekaligus untuk mengamankan kasus-kasus korupsi yang sedang terjadi,” cetusnya.


Untuk membentengi KPK dari ”kuda troya tersebut, ia pun meminta semua masyarakat terus mendukung dan mengawasi KPK dari serangan balik koruptor dan para pendukungnya.


“Di sini pentingnya perhatian publik untuk support seluruh aparatur negara yang punya komitmen kuat untuk melakukan pemberantasan korupsi,” tandasnya.


Seperti diketahui, baru-baru ini, semenjak Pansus Hak Angket KPK bergulir, KPK baik secara kelembagaan maupun pribadi pegawainya, tak henti-hentinya diserang dengan berbagai isu tak sedap.


KPK dinilai banyak bermasalah dalam menangani perkara korupsi, dituduh menyekap saksi, bahkan terkini Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah menuduh KPK menggelapkan barang sitaan perkara yang pernah ditanganinya.


Selain itu, ada juga dugaan pertemuan tujuh penyidik KPK dan seorang pegawai KPK setingkat direktur dengan anggota Komisi III DPR RI.


Pertemuan ini diduga untuk mengamankan perkara e-KTP yang sedang disidik KPK. Tak hanya itu penyidik KPK Novel Baswedan pun tak henti-hentinya jadi korban serangan para koruptor, meskipun dirinya sedang menjalani pengobatan di Singapura, akibat matanya disiram oleh dua orang tak dikenal pada Selasa(11/4) lalu.


Untuk diketahui, istilah “kuda troya” berawal dari Perang Troya, salah satu perang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Yunani kuno.


Pada perang itu, Bangsa Akhaia (Yunani) berhasil menyerang Kota Troya dengan cara menyusupkan sebuah kuda yang terbuat dari kayu, yang diisi oleh para prajuritnya. Dengan strategi menyusup ini, akhirnya pasukan Yunani bisa meluluhlantakan Kota Troya.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore