Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 1 Juli 2025 | 15.39 WIB

Pemerintah Evaluasi SOP Pendakian di Rinjani Pascainsinden Jatuhnya Pendaki Brasil, Naik Gunung Beda dengan Pergi ke Mal

Pertemuan antara Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (baju hijau) denhan Basarnas di Jakarta (30/6). (Humas Kemenhut)  - Image

Pertemuan antara Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni (baju hijau) denhan Basarnas di Jakarta (30/6). (Humas Kemenhut) 

JawaPos.com - Insiden terjatuhnya Juliana, pendaki asal Brasil di Gunung Rinjani beberapa waktu lalu, membuat pemerintah berbenah. Mulai dari perbanyak sertifikasi guide, hingga memperdekat jarak antar posko. Di sisi lain para pendaki diminta mengutamakan keselamatan. 

Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah sepakat untuk evaluasi secara total terkait prosedur keamanan di wilayah pendakian Gunung Rinjani.

"Jadi dengan kejadian ini, kami akan mengevaluasi secara total prosedur keamanan. SOP secara umum akan kita evaluasi," ujar Raja Juli Antoni usai bertemu dengan Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii di Jakarta pada Senin (30/7).

Raja menyebut pemerintah tidak antikritik, termasuk imbas dari kejadian jatuhnya WNA Brasil di Rinjani. Kemenhut bersama dengan pihak-pihak terkait akan melakukan evaluasi SOP secara umum.

Dia menyebut salah satu masukan untuk evaluasi yakni terkait pemasangan sign board (papan peringatan) di beberapa titik. Selanjutnya penerapan gelang RFID (Radio Frequency Identification), hingga jarak posko yang lebih dekat. "Jadi sekali lagi kami tidak anti kritik, kita akan perbaiki SOP kita," tuturnya. 

Pada kesempatan itu, Raja kembali meminta agar para pendaki tetap mengedepankan keselamatan dan keamanan dalam pendakian. Untuk memperketat keamanan ini, dia juga menyebut akan kembali memperbanyak kegiatan sertifikasi guide. Serta membuat peringkat potensi bahaya gunung-gunung di Indonesia. 

"Momentum ini saya juga memberikan imbauan kepada masyarakat bahwa naik gunung itu ngak sama dengan ke mall," katanya. Raja mengatakan naik gunung kondisinya agak lain. Terdapat situasi spesifik yang perlu ada edukasi atau pembekalan. Serta diperlukan persiapan yang lebih baik.

Raja mengatakan dengan adanya pemeringkatan terhadap kebahayaan atau potensi kedaruratan sebuah gunung, pendaki akan lebih was-was. "Mana yang paling berbahaya, sehingga misalkan kalau belum pernah naik gunung A yang kedaruratannya lebih kecil maka tidak boleh naik gunung B," ujar politisi PSI itu. 

Kerja sama antara Kemenhut dengan Basarnas berupa MoU dan Perjanjian Kerjasama (PKS) juga akan dilakukan. Menhut memastikan dirinya serius dan tidak akan berbisnis dengan nyawa. Dia mengatakan taman nasional ini konservasi. Bukan mass tourism seperti Bali atau Labuan Bajo. Sehingga keamanan menjadi sangat penting.

"Kita ingin mengekspose keindahan Gunung Rinjani tetapi saya tidak ingin berbisnis dengan nyawa," pungkasnya.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore