Menaker Yassierli menampung aspirasi para ojek online yang menuntut THR. (Humas Kemnaker)
JawaPos.com - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sudah mencermati tuntutan para driver ojek online (Ojol) untuk mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). Kemnaker tengah mengkomunikasikan hal tersebut dengan perusahaan penyedia ojol.
Menaker Yassierli mengatakan, tuntutan para Ojol sudah sampai ke telinganya sebelum demo kemarin. Oleh karena itu, pihaknya sudah mengkomunikasikan hal tersebut kepada perusahaan penyedia ojol.
Dari komunikasi tersebut, pihaknya mendengar jika penyedia jasa sedang mempersiapkannya. "Katanya mereka memahami dan mencoba mencari formula terbaiknya," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Yassierli yakin, para penyedia jasa punya komitmen yang kuat untuk mengabulkan aspirasi itu. Hanya saja, saat ini masih ada kendala terkait formulanya. Apalagi, intensitas setiap driver berbeda. "Masalah besarannya dan formulanya seperti apa, ini yang sedang kami inikan. Kita berharap begitu (dikasih THR)," imbuhnya.
Lantas, kapan perumusan formulasi itu n selesai? Yassierli tidak bisa menjadwalkan. Dia menyadari, secara keuangan penyedia jasa perlu menghitung persentase yang tepat. Namun pihaknya berharap sesegera mungkin ada kepastian. "Kita tunggu nanti dari sini dalam beberapa hari akan finalisasi dengan pengusaha," kata dia.
Menaker sempat berdialog dengan para pendemo. Dia menyampaikan, bahwa isu soal pengemudi online ini telah menjadi salah satu prioritas Kemnaker sejak awal kepemimpinannya. Berbagai kajian pun telah dilakukan, termasuk diskusi dengan pakar dan ILO, guna memahami kebijakan negara lain terkait pekerja platform digital ini.
Para pengemudi online pun mengapresiasi kesediaan menaker untuk berdiskusi. Namun, tetap menekankan segala tuntutan mereka dalam demo yang digelar, khususnya soal THR. Setidaknya, ada sekitar ratusan pengemudi ojek online dan kurir online yang menggelar demo di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) pada hari ini, Senin (17/2) pagi. Ketua Serikat Pekerja Angkutan Indonesia (SPAI) Lily Pujiati mengatakan, tuntutan para pekerja ojol sama seperti sebelumnya. Yakni, menuntut adanya THR dan regulasi yang jelas.
Pasalnya, kata dia, sistem fleksibilitas dalam kemitraan pekerja ojol selama ini hanya dalih dari pihak platform untuk menghindar dari kewajiban membayar THR dan hak-hak pekerja kepada pengemudi ojol, taksi online, dan kurir online.
"Padahal selama ini pengemudi ojol telah memenuhi kriteria sebagai pekerja sehingga berhak menerima THR. Selain itu para driver ini jelas telah memberi kontribusi yang signifikan bagi ekonomi," paparnya. (far/mia/bas)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
