Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 27 Desember 2024 | 17.28 WIB

Menteri Kebudayaan Fadli: Nusantara Salah Satu Pusat Peradaban Purba Paling Kompleks di Dunia

PERADABAN DUNIA: Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dalam pameran fosil manusia purba pithecanthropus erectus di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. (Foto: Humas Kemenbud) - Image

PERADABAN DUNIA: Menteri Kebudayaan Fadli Zon hadir dalam pameran fosil manusia purba pithecanthropus erectus di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. (Foto: Humas Kemenbud)

JawaPos.com – Pameran fosil manusia purba pithecanthropus erectus pertama kali hadir di Museum Nasional Indonesia. Pameran itu digelar untuk memperingati 130 tahun penemuan Pithecanthropus erectus atau Manusia purba Jawa oleh Eugène Dubois di tepian Bengawan Solo pada 1894.

Diinisiasi Kementerian Kebudayaan, pameran itu bertajuk “Indonesia, The Oldest Civilization onEarth? 130 Years After Pithecanthropus Erectus” atau “Indonesia: Peradaban Tertua di Dunia'.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan posisi Indonesia sebagai peradaban tertua di dunia. Temuan di Bengawan Solo baginya bukan hanya peristiwa besar dalam sejarah ilmu pengetahuan. "Ini adalah pencapaian transformasional yang menegaskan peran Indonesia sebagai bagian penting dalam narasi besar evolusi manusia,” ujarnya.

Indonesia merupakan rumah bagi koleksi fosil manusia purba terbesar di Asia Tenggara. Dari seluruh temuan homo erectus di dunia, 60 persen ditemukan di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Situs arkeologi seperti Sangiran, Trinil, dan Ngandong telah mengungkap fosil yang berusia lebih dari 1,5 juta tahun, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pusat adaptasi dan inovasi manusia purba.

“Kawasan Nusantara adalah salah satu pusat peradaban purba yang terkaya dan paling kompleks di dunia, yang sangat penting dalam memahami asal-usul umat manusia," jelasnya.

Pameran ini menghadirkan berbagai fosil dan artefak bernilai sejarah tinggi, termasuk masterpiece tengkorak Homo erectus S-17, tengkorak paling lengkap di dunia yang untuk pertama kalinya dipamerkan kepada publik.

Temuan lainnya seperti fosil fauna purba Mastodon dan Stegodon juga memperkaya narasi ekosistem awal Nusantara, yang menggambarkan lingkungan dinamis di mana berbagai spesies hidup berdampingan, menciptakan salah satu habitat paling kompleks dalam sejarah bumi.

Dalam narasi global tentang asal-usul manusia, teori “Out ofAfrica” telah lama menjadi dominan. Namun, penemuan dan sebaran fosil manusia purba di Indonesia memberikan gambaran yang melengkapi atau merevisi narasi tersebut.

“Fosil-fosil ini menunjukkan bahwa wilayah Nusantara adalah laboratorium alami, ruang hidup manusia purba untuk belajar bertahan hidup, beradaptasi, dan berinovasi,” ujar Fadli.

Menteri Kebudayaan juga mengajak generasi muda Indonesia untuk menjadikan warisan ini sebagai inspirasi masa depan. “Dengan memahami bahwa warisan kita bersifat global, kita dapat menjadikan Indonesia sebagai pusat pembelajaran dan kontribusi bagi peradaban dunia,” tegasnya. (far/ali)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore