JawaPos Radar | Iklan Jitu

BBKSDA Riau Tata Suaka Marga Balai Raja dan PLG Sebanga

23 September 2018, 16:40:59 WIB | Editor: Budi Warsito
BBKSDA Riau Tata Suaka Marga Balai Raja dan PLG Sebanga
Konsultasi publik antara BBKSDA Riau dengan stakeholder terkait di Kabupaten Bengkalis, Riau dalam upaya meningkatkan pengelolaan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja dan SM Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, awal pekan ini. (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, sedang melakukan penataan terhadap Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja dan SM Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga.

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, Heru Sutmantoro menjelaskan, hingga kini proses penataan sudah memasuki tahap penyusunan dokumen. Nantinya, SM Balai Raja dan SM PLG Sebanga yang terletak di Kabupaten Bengkalis, Riau, ini akan terbagi dalam tiga ruang atau blok.

"Karena masih alami, ada sekitar 150 hektar kita jadikan blok perlindungan. Kemudian ada blok yang dapat kita lakukan rehabilitasi. Artinya yang dapat dilakukan penanaman ulang. Kemudian ada blok yang ada pemukiman, perkebunan dan pertambangan. Berarti terbagi dalam tiga blok," kata Heru kepada JawaPos.com, Minggu (23/9).

BBKSDA Riau Tata Suaka Marga Balai Raja dan PLG Sebanga
Konsultasi publik antara BBKSDA Riau dengan stakeholder terkait di Kabupaten Bengkalis, Riau dalam upaya meningkatkan pengelolaan Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja dan SM Pusat Latihan Gajah (PLG) Seba (Istimewa)

Penataan tersebut lanjut Heru, dilakukan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 28 tahun 2011 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam.

Dalam aturan ini, hasil penyusunan blok harus memperhatikan duskusi publik dengan kepentingan masyarakat, pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi.

Sementara itu, Humas BBKSDA Riau, Dian Indiarti mengatakan, diskusi publik itu sendiri, sudah dilaksanakan oleh BBKSDA selaku Unit Pelaksana Teknis (UPT) kedua suaka margasatwa tersebut, pada awal pekan ini.

"Tujuan diskusi publik untuk memperoleh masukan dan informasi tambahan secara eksternal dari instansi pemerintah dan lainnya. Kita butuh masukan agar dapat dilakukan finalisasi dokumen penataan blok pengelolaan suaka margasatwa ini," kata Dian.

Selain itu, tujuannya juga untuk meningkatkan legitimasi dan efektivitas penyusunan dokumen penataan SM Balai Raja dan SM PLG Sebanga. "Dokumen pembagian blok kedua SM ini telah memperoleh dukungan dari para stakeholder yang hadir pada acara itu," ucapnya.

Penataan blok SM Balai Raja ini, dilakukan agar masyarakat maupun stakeholder dapat mendukung pelestarian kawasan sesuai fungsi, yaitu kawasan berwawasan lingkungan.

"Kemudian kondisi eksisting kawasan SM Balai Raja dan SM PLG Sebanga yang saat ini terdapat permukiman, perkebunan, pertambangan, dan fasilitas umum sudah masuk dalam blok khusus dengan persentase diatas 97 persen," jelasnya.

Itu didorong dengan upaya melakukan program bersama masyarakat baik kelestarian kawasan maupun upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan wisata alam dan penanaman tanaman non sawit yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kawasan SM Balai Raja dan SM PLG Sebanga ini sebagai pendukung pendidikan, penelitian dan penyadartahuan konservasi alam serta bersinergi dengan rencana pengembangan wilayah sekitarnya," kata Dian.

Berkenaan dengan koridor dan home range atau rentang rumah gajah terutama pada blok khusus, hingga saat ini BBKSDA Riau masih mengupayakan agar PLG dilakukan pemulihan dan penetapan koridor. Tujuannya agar meminimalisir munculnya konflik satwa antara manusia dengan gajah.

"Hal-hal ini perlu kita tindaklanjut di tingkat pusat atas kondisi eksisting di Suaka Margasatwa Balai Raja dan Suaka Margasatwa PLG Sebanga yang saat ini sebagai Blok Khusus," tuturnya.

Untuk diketahui, suaka margasatwa Balai Raja ditunjuk melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 173/Kpts-II/1986 tanggal 6 Juni 1986. Luas kawasan sekitar 18.000 hektare.

Secara administrasi pemerintahan, SM Balai Raja terletak di antara Kecamatan Mandau dan Kecamatan Pinggir, Bengkalis. SM Balai Raja berada di wilayah kerja Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II yang dibantu oleh Seksi Konservasi Wilayah III.

SM Balai Raja diperuntukkan sebagai lahan relokasi gajah yang saat itu mulai memasuki permukiman penduduk, seperti di Desa Petani, Desa Balai Makam, dan Pangkalan Pudu, yang tidak jauh dari Sebanga.

Sedangkan SM PLG Sebanga merupakan bagian dari SM Balai Raja. Pusat latihan gajah ini telah ditunjuk oleh Gubernur sesuai dengan SK. Gubernur KDH Tk. I Riau No. 387/VI/ 1992 tanggal 29 Juni 1992. Luasnya saat itu mencapai 5.873 hektare.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up