
Humanity Store untuk korban gempa Lombok
JawaPos.com - Masyarakat Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai hidup cukup tenang setelah sebulan diguncang gempa. Walau kehilangan tempat tinggal, setidaknya mereka kini mendapatkan tempat tinggal yang layak huni.
Sebanyak 224 kepala keluarga (KK) pengungsi Lombok Utara tidak lagi tinggal di tenda pengungsian. Sejak Selasa (18/9), mereka sudah dipindahkan ke kompleks Integrated Community Shelter (ICS) yang lokasinya berada di Desa Gondang, Kecamatan Gangga.
ICS ini dibangun lembaga kemanusiaan, Aksi Cepat Tanggap (ACT) yang sudah hadir sejak hari pertama gempa mengguncang Lombok. Selasa (18/9) ini mulai diresmikan oleh Presiden ACT Ahyudin dan Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.
Ahyudin mengungkapkan, peresmian ICS di Desa Gondang ini bukan akhir pekerjaan pihaknya dalam mengupakan kebangkitan untuk Lombok pascagempa. Melainkan awal babak baru. Pascabencana penanganan Lombok mulai mengalami tanda peralihan dari "penyelamatan kehidupan ke pembangunan kehidupan".
"ACT mengkolaborasikan potensinya dalam pengelolaan pemberian pertolongan. Karena Allah berbuat total dalam mengurus hamba-hambanya. Kami juga tidak setengah-setengah dalam menangani krisis kemanusiaan, termasuk dalam kebencanaan ini,” papar Ahyudin dalam keterangan persnya yang diterima JawaPos.com, Rabu (19/9).
Kompleks ICS menyediakan 224 unit shelter untuk 224 keluarga pengungsi. Kompleks itu juga dilengkapi dengan fasilitas umum seperti masjid, MCK umum, dapur umum, sekolah, taman bermain, sekretariat ICS, serta klinik kesehatan untuk para pengungsi.
Senior Vice President ACT Syuhelmaidi Syukur menambahkan, di kompleks ICS juga terdapat sarana untuk membangun perekonomian pengungsi. “Kami juga membangun Warung Wakaf dan ACT Humanity Store,” kata Syuhelmaidi.
Warung Wakaf merupakan unit usaha untuk para pengungsi. Pengelolaannya ditopang dari dana wakaf yang disalurkan melalui Global Wakaf. Hasil pengelolaan Warung Wakaf di ICS nantinya akan diperuntukkan untuk mengurus biaya operasional masjid pengungsi di ICS.
Sementara itu, ACT Humanity Store merupakan layanan gratis untuk pengungsi. Di tempat itu pengungsi bisa mendapatkan sembako untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka. Ada lebih dari 3.500 keluarga pengungsi yang bisa menikmati fasilitas ini.
"Pengungsi kami beri Humanity Card. Dengan kartu ini, mereka bisa berbelanja di ACT Humanity Store tanpa perlu mengeluarkan biaya,” jelas Syuhelmaidi.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
Pegawai Diskominfo Kukar Bakar Kantor Usai Wajah Dijadikan Stiker WA
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Eks Dewas KPK Albertina Ho Tak Lolos Seleksi CHA di KY, TII Bandingkan dengan Politikus Golkar Ini
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
3 Fakta Gonzalo Ritacco, Pemain Incaran Persebaya Surabaya yang Pernah Lawan Son Heung-min
HUT ke-81 RI, Naik Suroboyo Bus dan Wira Wiri Cuma Rp81, Berlaku Sepekan
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Everton vs Newcastle di Stadion Scottish Gas Murrayfield
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
