Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 Agustus 2020 | 00.35 WIB

Sebanyak 350 Personel Keamanan Disiagakan Jaga Malioboro

Kebijakan PPKM Darurat mengharuskan aktivitas dilakukan pembatasan. - Image

Kebijakan PPKM Darurat mengharuskan aktivitas dilakukan pembatasan.

JawaPos.com–Sebanyak 350 personel dari berbagai instansi disiagakan untuk mengantisipasi potensi lonjakan jumlah wisatawan di kawasan Malioboro pada libur panjang akhir pekan bertepatan dengan perayaan Tahun Baru 1442 Hijriah.

”Seluruh personel akan disiagakan mulai Kamis (20/8). Kami terjunkan full team untuk mendukung pengamanan di Malioboro,” kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jogjakarta Agus Winarto seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta pada Rabu (19/8).

Selain dari Satuan Polisi Pamong Praja Kota Jogjakarta, personel yang akan diperbantukan untuk mendukung tugas pengamanan Malioboro, Jogoboro, berasal dari Dinas Perhubungan, Perlindungan Masyarakat (Linmas), Pambudaya, serta personel keamanan di Pasar Beringharjo Jogjakarta serta tambahan personel pengamanan dari Satpol PP Jogjakarta.


Agus berharap, dengan tambahan personel tersebut, penerapan protokol kesehatan di kawasan Malioboro bisa dilakukan secara optimal. Tidak ada lagi pengunjung yang melanggar protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19. Petugas, akan mengarahkan pengunjung untuk selalu menaati protokol kesehatan, karena biasanya pengunjung dari luar kota belum mengetahui protokol kesehatan yang berlaku di kawasan Malioboro.

”Kami juga akan membuat semacam pos pengamanan di sepanjang Jalan Malioboro. Dimungkinkan akan ada 20 titik pengamanan untuk memudahkan pemantauan,” kata Agus.

Pada libur panjang akhir pekan lalu yang bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun Ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, kawasan Malioboro dipadati wisatawan.

”Rata-rata ada hampir 2.000 wisatawan per hari. Untuk libur panjang akhir pekan ini, dimungkinkan jumlah wisatawan yang berkunjung juga meningkat. Bisa mencapai 2.000 hingga 3.000 orang per hari,” terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Malioboro Ekwanto.

Dia mengatakan, jumlah personel pengamanan Malioboro atau Jogoboro sangat terbatas sehingga kewalahan apabila harus mengatur wisatawan yang jumlahnya ribuan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

”Makanya kami meminta tambahan personel supaya protokol kesehatan tetap bisa dijalankan optimal. Keramaian Malioboro pada akhir pekan lalu seperti dua sisi mata uang. Kami senang karena jumlah wisatawan meningkat tetapi di sisi lain ada kekhawatiran jika terjadi penularan virus korona,” kata Ekwanto.

Personel Jogoboro, lanjut Ekwanto, akan fokus pada pemeriksaan suhu tubuh pengunjung di pintu masuk dan pemindaian QR code di setiap zona untuk pendataan pengunjung. Malioboro memiliki 13 pintu masuk. Sedangkan personel tambahan dari sejumlah instansi akan difokuskan untuk mengatur pengunjung agar mematuhi protokol kesehatan, seperti berjalan satu arah, tidak berkerumun, dan selalu memakai masker.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi meminta wisatawan untuk mematuhi protokol kesehatan di kawasan wisata. ”Selain protokol kesehatan utama seperti pakai masker, jaga jarak dan cuci tangan, dimungkinkan di setiap tempat memiliki protokol kesehatan yang berbeda-beda. Wisatawan pun harus mengikuti protokol tersebut demi keamanan dan kenyamanan bersama,” kata Heroe.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=nGqw2PVo7vs

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore