Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 15 Agustus 2020 | 00.35 WIB

Malioboro Tambah Petugas Antisipasi Lonjakan Wisatawan Akhir Pekan

Petugas Jogoboro menjaga akses masuk Malioboro untuk memastikan wisatawan memindai QR Code dan pengecekan suhu tubuh. Eka A.R./Antara - Image

Petugas Jogoboro menjaga akses masuk Malioboro untuk memastikan wisatawan memindai QR Code dan pengecekan suhu tubuh. Eka A.R./Antara

JawaPos.com–Unit Pelaksana Teknis Malioboro meminta tambahan petugas dari Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan Kota Jogjakarta. Hal itu untuk mengantisipasi potensi peningkatan jumlah kunjungan wisatawan pada libur akhir pekan peringatan kemerdekaan RI.

”Kami meminta tambahan back up dari Satpol PP dan Dinas Perhubungan untuk membantu tugas personel keamanan kami, Jogoboro, selama libur akhir pekan ini. Karena dimungkinkan ada peningkatan jumlah wisatawan,” kata Kepala Unit Pelaksana Tugas (UPT) Malioboro Ekwanto seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta, pada Jumat (14/8).

Menurut dia, jumlah petugas yang akan diperbantukan untuk membantu Jogoboro mencapai sekitar 80 personel yang diharapkan selalu siaga di tiap zona di kawasan Malioboro. Saat ini, kawasan Malioboro dari ujung utara hingga Titik Nol Kilometer Jogjakarta dibagi dalam lima zona. Pembagian zona tersebut untuk mempermudah pengawasan jumlah pengunjung Malioboro.

”Jumlah maksimal pengunjung di tiap zona adalah 500 orang dalam satu waktu tertentu dengan harapan setiap pengunjung bisa menerapkan protokol jaga jarak,” ujar Ekwanto.

Tiap pengunjung diminta memindai QR Code melalui telepon genggam mereka saat akan masuk di tiap zona sehingga UPT Malioboro bisa memantau jumlah pengunjung di tiap zona secara real time. Selain itu, UPT Malioboro juga menambah thermo gun untuk mengecek suhu tubuh wisatawan yang akan masuk ke Malioboro.

”Harapannya, petugas tambahan tersebut bisa tetap siaga di tiap zona dan mengarahkan pengunjung untuk taat terhadap protokol kesehatan,” kata Ekwanto.

Petugas juga diminta untuk mengarahkan pengunjung agar berjalan sesuai alur yang ditetapkan. Jalur pedestrian di sisi timur Jalan Malioboro digunakan untuk pengunjung yang berjalan ke arah selatan dan di sisi barat untuk pengunjung berjalan ke arah utara.

”Sayang, masih banyak pengunjung yang mengabaikan aturan ini terlebih saat jumlah wisatawan cukup banyak. Padahal, sudah ada tanda arah panah yang jelas,” tutur Ekwanto.

Peningkatan jumlah wisatawan ke Malioboro, lanjut Ekwanto, merupakan berita yang baik. Namun, di satu sisi juga memunculkan kekhawatiran terkait risiko penularan virus korona yang juga meningkat. ”Kalau sampai muncul klaster baru penularan di Malioboro, yang rugi adalah komunitas di sini. Bisa puasa lagi,” ucap Ekwanto.

Dia menyebut, kerumunan wisawatan paling sering ditemukan di depan Malioboro Mall. ”Sempat tercatat satu kali jumlah pengunjung melebihi kapasitas 500 orang. Petugas di lapangan kemudian diarahkan untuk meminta pengunjung bergeser ke zona lain,” kata Ekwanto.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Malioboro perlu diantisipasi dengan menegaskan penerapan protokol kesehatan. ”Yang diutamakan adalah upaya persuasif. Meminta wisatawan selalu memakai masker dan menjaga jarak. Kami sebenarnya sudah memasang tanda-tanda di sepanjang jalur pedestrian. Tempat mana saja untuk berdiri dan duduk,” kata Heroe.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=dsawrwvMpWk

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore