
Ilustrasi
JawaPos.com - Selain sopir angkutan kota (angkot), kalangan yang tidak kalah sering menjadi sasaran pungutan liar (pungli) di Sumatera Barat (Sumbar), yakni kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintahan daerah.
Pungli untuk kalangan ini disebut dengan "uang takut" yang dilakukan oleh oknum preman atau pemuda daerah lokasi pengerjaan proyek. “Kalau tidak diberi, bahan bangunan dan alat-alat pekerjaan kita bisa hilang,” kata Ahi Dt Rajo Johan, 39, salah seorang kontraktor di Kabupaten Solok seperti Padang Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (12/3).
Kata Ahi, pungutan uang takut ini hampir terjadi di setiap lokasi pengerjaan proyeknya. Bahkan, ketika mendapat pekerjaan pembangunan di Kecamatan Lembahgumanti, Ahi sudah membayar uang keamanan pada pemuda setempat, namun bahan bangunan tetap saja hilang.
Ahi menyebutkan, berbagai alasan oknum pemuda nagari (desa) ini datang kepada kontraktor ketika mengerjakan suatu proyek pemerintah. Permintaannya pun beragam. Ada yang meminta uang langsung, ada pula yang meminta pekerjaan. Seperti memasukan bahan batu, kerikil, pasir dan sebagainya.
”Tapi, ketika sudah kita berikan kepercayaan, bahan yang diantarnya sering tidak sesuai pesanan. Kalau diingatkan, langsung marah dan tidak mau bertanggung jawab,” bebernya.
Ada pula pemilik tanah yang minta ganti rugi pada kontraktor karena pembebasan tanahnya tidak diselasaikan. ”Kadang di lapangan itu, kita sebagai kontraktor sering seperti kena peras,” sebut Ahi yang enggan menyebutkan besaran uang yang diberikan pada oknum pemuda dan preman itu.
Kendati demikian, pihaknya sebagai pemborong tentu tidak ingin rugi. Melainkan mencari akal, sehingga proyek tetap sesuai spesifikasi pekerjaan. “Pastilah kita cari jalan keluarnya,” sebut Ahi tanpa merinci cara yang dimaksudkan.
Di lain hal, Ahi menilai, keterbukaan lelang pengadaan barang/jasa secara online justru dianggap sebatas tuntutan undang-undang (UU). Untuk menghilangkankan kecurigaan para pemborong dan masyarakat terhadap kinerja daerah.
Selain di Solok, pungli terhadap kontraktor proyek pemerintahan juga terdapat di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar). Seperti yang disampaikan salah seorang kontraktor asal Pasbar yang namanya diminta tak disebutkan. Dia mengatakan, saat memulai pekerjaan ada juga oknum masyarakat di sekitar lokasi yang meminta uang.
Misalnya, setiap mobil truk yang melintas di persimpangan lokasi proyek harus setor Rp 10 ribu. Lalu ada juga pemuda setempat yang meminta ”jatah”. Kalau tidak diberikan uang, kegiatan proyek itu tidak dijamin keamanannya. Kalau nilainya bisa mencapai Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta.
”Saya berkecimpung di bidang kontraktor ini baru sekitar satu tahun ini. Rupanya banyak juga uang keluar yang anggarannya tidak ada dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB),” katanya.
Dia menyebut, padahal di Pasbar, pengukuhan tim Saber Pungli ini telah dilakukan. Hal serupa juga terdapat di Kota Solok.Alasan keamanan dan kelancaran proyek selalu menjadi alasan oknum ini melakukan pungli kepada kontraktor. Bila keinginan oknum itu tidak dipenuhi, tak jarang akan muncul masalah. Ujung-ujungnya pengusaha jasa kontruksi harus berpandai-pandai mencarikan uang sesuai tuntutan.
Seperti yang diakui, Sofinal, 52, salah seorang kontraktor dan pemilik CV Anisa. Dia mengaku tidak sekali dua kali menjadi sasaran pungli atas pengerjaan proyek fisik milik pemerintah daerah. Bahkan saking kesalnya, dia pernah terlibat adu jotos dengan oknum preman.
”Mengerjakan proyek pemerintah tidaklah segampang yang dibayangkan. Justru sangat beragam tantangan yang dihadapi. Salah satunya adalah pungutan liar. Padahal pembangunan tersebut gunanya untuk kepentingan masyarakat juga,” kata Sofinal.
Pengalaman terbaru, pada awal 2016 lalu, mantan Pengurus Kadin era 1990-an ini sempat terlibat cekcok dengan seorang oknum preman di daerah Batusangkar. Karena ngotot minta uang keamanan senilai Rp 10 juta atas pekerjaan gedung pemerintah. Itu pun uang keamanan sebelumnya juga pernah diminta oleh sejumlah pemuda setempat dengan dalih uang sumbangan sukarela.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
