Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 8 Agustus 2018 | 03.44 WIB

Jelang Agustusan, Perajin Kostum Karnaval Kebanjiran Order

Arifin, 40, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban sedang melakukan pembuatan kostum karnaval - Image

Arifin, 40, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban sedang melakukan pembuatan kostum karnaval

JawaPos.com - Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang diperingati setiap 17 Agustus menjadi berkah tersendiri bagi perajin kostum karnaval di Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Pasalnya, pada momen tersebut, mereka kebanjiran pesanan sewa kostum.


Perajin kostum karnaval Arifin, 40, warga Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding, Tuban misalnya. Jika hari-hari biasa pesanan kostum karnaval sangat minim, bahkan bisa dibilang tidak ada. Namun, masuk musim karnaval seperti Agustusan, mendapat banyak pesanan.


"Momen ini sudah menjadi kegiatan tahunan. Orderan sudah mulai berdatangan sejak awal Mei lalu. Ada yang dari luar daerah, seperti Bojonegoro dan Tuban," kata Arifin, di Tuban, Selasa (7/8).


Bahkan, dirinya harus menolak pesanan yang masuk lainnya. Karena khawatir tidak bisa memenuhi permintaan konsumen. "Banyak pesanan sewa kostum, sementara sudah cukup," imbuh dia.


Kostum karnaval yang diproduksi adalah baju adat daerah dan juga baju seragam militer serta kepolisian. Saat ini, pihaknya menerima 30 orderan kostum.


"Mulai dari kostum anak PAUD sampai dengan SMA. Untuk harga relatif dan di bawah pasaran, dengan nominal Rp 300 ribu sampai Rp 1 juta per kostum. Harga kostum termahal tersebut juga sudah termasuk makeup-nya," terangnya.


Saat ini, lanjut dia, sudah memproduksi 25 kostum karnaval yang ada di rumahnya, dengan berbagai motif atau corak berbeda. Seperti motif emas, batik, dan beberapa motif menarik lainnya."Yang jelas untuk saat ini semua sudah disewa, ini tinggal finishing saja untuk diserahkan ke pemesan," tuturnya.


Dirinya menambahkan, selama tiga tahun terakhir melakoni usaha ini, ia mengaku terus berinovasi. Prinsipnya setiap tahun harus ada konsep baru, sekaligus sesuai keinginan pemesan.


Kendati demikian, dirinya tak pernah meninggalkan batik Gedog sebagai kearifan lokal Tuban. "Sebagai perajin kami melayani sesuai tema yang diinginkan pemesan," terang dia.


Sebagai perajin kostum, ia berharap Kabupaten Tuban memiliki ikon carnival yang mudah dikenal oleh masyarakat luas. Misalnya Ongkek Tuban, yang dapat dimodifikasi sesuai trend masa kini.

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore