
ILUSTRASI: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Negara Jepang.
JawaPos.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Negara Jepang. Ada sejumlah agenda yang dibahas, satu diantaranya adalah penguatan tenaga kerja.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pemerintah provinsi Jawa Tengah dengan Jepang telah terjalin kerjasama sejak tahun 1993 melalui program magang kerja. Hingga saat ini, sudah ada 21.150 orang yang berpartisipasi dalam program tersebut.
"Targetnya, kita mau berangkat untuk ngecek anak-anak yang magang di sana. Saya pengen menggeser dari yang status sebelumnya magang, menjadi kerja,” ujar Ganjar, Sabtu (6/10)."
Selain itu, kunjungan kerja ke Jepang ini sekaligus dimanfaatkan untuk menarik investor, yang setelah dihitung-hitung, ada banyak peluang untuk hal ini. Dalam daftar tersusun, sebanyak 100 pengusaha Jepang berpotensi menjadi investor di Jawa Tengah.
”Kalau ada 50 saja itu sudah cukup baik. Sudah kita siapkan business meeting-nya. Bahkan beberapa calon investor sudah kita ajak biacara mulai sekarang,” ujarnya.
Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jateng Wika Bintang mengatakan, upaya kerjasama bidang tenaga kerja ini merupakan salah satu upaya menurunkan angka kemiskinan di wilayahnya. Harapannya, ada peningkatan kuota tenaga kerja yang statusnya tidak hanya magang lagi, melainkan sudah kerja.
Wika menjelaskan, antusias program magang kerja sangat besar. Upah ditawarkan juga cukup besar yakni 10-20 juta per bulan dengan jangka waktu magang selama tiga tahun. ”Ini bisa diperpanjang menjadi lima tahun jika memenuhi kualifikasi perusahaan setempat. Saat ini jumlah peserta magang yang masih berada di Jepang ada 4.830 orang,” ujarnya.
Kunjungan kerja ini, ia tambahkan, juga ditujukan untuk mengetahui standar kualifikasi perusahaan di Jepang. Dengan demikian, Balai Latihan Kerja (BLK) dapat menyesuaikan kebutuhan perusahaan yang pada akhirnya semakin banyak yang lolos seleksi sebagai peserta magang. ”Sebab, selama ini dari keseluruhan yang mendaftar baru 40-50 persen yang diterima,” ujar Wika.
Dalam kunjungan ini, rombongan pejabat yang direncanakan turut serta antara lain Gubernur Ganjar Pranowo, Kepala Disnakertrans Wika Bintang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Prasetyo Aribowo, Kepala Dinaporapar Urip Sihabudin.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
