
Politikus Golkar, Boyke Febrian saat berdialog dengan warga.
JawaPos.com - Golongan Putih (Golput) menjadi ancaman dalam demokrasi. Golput hadir sebagai alat perlawanan terhadap rezim yang sedang berkuasa. Namun, fenomena Golput seharusnya menjadi pemicu para peserta pemilu untuk tidak menebar janji yang menyebabkan masyarakat apatis.
Begitu dikatakan, Masyarakat Pemerhati Demokrasi Mujadidi Hizbullah. Mujadidi menilai, hadirnya Golput bukan tanpa sebab, tetapi ketidakpastian pemerintahlah dan janji-janji yang ingkarlah yang menyebabkan Golput sering hadir di pesta demokrasi hari ini.
Sehingga, dirinya mengajak masyarakat untuk tetap mengawal demokrasi ini dengan penuh keyakinan. Tempatkanlah hak suaranya kepada calon-calon yang mampu memberikan pendidikan dan membangun masyarakatnya ke arah yang lebih baik.
"Golput bisa kita hilangkan ketika demokrasi kita adil, jujur, dan berkeadilan. Oleh karenanya pemilu mengharuskan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, bukan malah memberikan janji-janji yang tak kunjung dipenuhi," kata dia sebagaimana dilansir RMOL Jabar (Jawa Pos Grup), Rabu (3/4).
Sementara itu, Calon Anggota Legislatif DPR-RI dari Partai Golkar Boyke Febrian Mohammad menilai, fenomena Golput terjadi karena para peserta pemilu yang kurang memberikan pendidikan, baik itu pendidikan politik, ekonomi, agama dan yang lainnya.
Seharusnya para peserta pemilu, bisa memberikan kontribusi yang nyata bagi masyarakat. Metode kampanye harus kreatif tidak hanya sosialisasi semata, memperkenalkan visi-misi. Tetapi harus memberikan langkah konkrit bagi permasalahan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
"Para calon tidak hanya menebar janji, tapi memberikan kontribusi konkret. Misalnya, membangun UMKM rumahan, menjajaki sudut-sudut kota apa yang sebetulnya masyarakat butuhkan, blusukan tiap hari dan sapa warga, meski caleg DPR RI pusat, terap harus turun kenali warga nya, dan sebagai kepanjangan tangan dari masyarakat ke pemerintah," jelas Boyke yang maju di dapil I Jabar (Kota Bandung-Kota Cimahi) ini.
Boyke mengajak kepada masyarakat yang akan melakukan Golput di pemilu hari ini, untuk membangun UMKM kuliner khas Kota Bandung dan Kota Cimahi yaitu usaha kuliner Donat Boyke.
"Hayu yang Golput mendingan bangun UMKM Donat Boyke, terbuat dari kekayaan alam Jawa Barat yaitu ubi cilembu dan ubi ungu, itu lebih bermanfaat dibandingkan tidak melakukan apa-apa untuk dirinya dan masyarakat di sekitarnya," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
