
Plt Wali Kota Malang, Sutiaji saat menghadiri pemeriksaan di Polres Malang Kota, Jumat (31/8).
JawaPos.com - Kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 sepertinya semakin meluas. Tak hanya anggota DPRD Malang, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut ada tujuh tersangka baru dalam kasus ini. Tim penyidik pun terus melakukan pemeriksaan ke sejumlah saksi. Tak terkecuali Plt Wali Kota Malang, Sutiaji.
Pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ini dimulai pada hari ini, Jumat (31/8) dan digelar di ruang Bhayangkari Polres Malang Kota. Plt Wali Kota Malang, Sutiaji pun masuk dalam deretan saksi yang diperiksa penyidik. Wali Kota Malang terpilih periode 2018-2023 itu datang ke Polres Malang Kota pada pukul 14.14 WIB.
Dengan mengenakan pakaian batik, Sutiaji dengan santai memasuki ruang pemeriksaan. Bahkan, sembari menunggu giliran diperiksa, laki-laki berkacamata itu juga sempat menemui awak media yang berada di luar. Ya, pada kesempatan yang sama, juga terdapat 13 orang lainnya yang turut diperiksa.
Sutiaji mengatakan, kedatangannya tersebut sebagai saksi kasus dugaan suap pembahasan APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015. Dia mengaku, mendapat pertanyaan dari penyidik terkait hubungannya dengan pihak yang bersangkutan dengan kasus tersebut.
"Ditanya kenal apa tidak dengan yang bersangkutan. Banyak orang, yang (termasuk) tersangka itu," kata dia. Sutiaji juga mengatakan jika dirinya ditanyai tentang tiga dakwaan, yakni terkait uang pokir, uang 1 persen, serta "sampah".
Namun diluar dugaan, Sutiaji rupanya juga ditanya terkait dana kampanye pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2018 kemarin. "Karena saya jadi (terpilih sebagai Wali Kota), terus ditanya dana kampanyenya itu. Saya sampaikan dana kampanye darimananya," kata dia.
Menurutnya, pertanyaan tentang dana kampanye tersebut terkait pemenangannya dalam Pemilu Kota Malang 2018.
Sebelumnya, rumah dinas Sutiaji juga sempat di geledah oleh tim KPK. Dia pun tidak mengelak akan hal tersebut. "Ya wajar kalau soal penggeledahan. Masak yang lainnya diperlakukan (rumah digeledah), saya tidak diperlakukan yang sama," kata dia.
Dia mengungkapkan, dari penggeledahan itu, tim KPK membawa sejumlah berkas seperti dokumen gaji, honor, sama dana kampanye. "Dana kampanye itu kaitannya dengan sumber. Dirumah kan ada dokumen itu, terus ikut disita," pungkasnya.
Sutiaji menjalani pemeriksaan tersebut selama kurang lebih 5 jam. Tim penyidik pun masih akan melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain pada esok hari.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
