Ribuan botol hasil operasi pekat jaya dimusnahkan polda metro jaya di halaman Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Jumat (21/12)
JawaPos.com - Polda Metro Jaya melalui Ditlantas menggelar Operasi Pekat Jaya 2026. Operasi ini melibatkan ribuan personel gabungan. Tujuannya untuk memberi rasa aman dan ketertiban masyarakat menjelang bulan Ramadan.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengatakan Operasi Pekat Jaya 2026 kali ini melibatkan unsur gabungan dari Polri, TNI, hingga Satpol PP. Tujuannya, untuk menjamin stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Jakarta serta sekitarnya menjelang bulan Ramadan.
"Secara keseluruhan, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 975 personel gabungan dari Polri dan TNI untuk menjalankan operasi yang akan berlangsung selama 15 hari, mulai dari tanggal pelaksanaan apel hingga 11 Februari 2026," kata Asep, kemarin (29/1).
Operasi ini akan dilakukan di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya, dengan fokus utama pada tiga wilayah yang dinilai rawan tawuran yaitu Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan. Selain penempatan personel di lokasi fokus, aparat juga mendirikan pos pantau di wilayah perbatasan serta melaksanakan patroli gabungan yang juga menyertakan unit mobile.
Tak hanya itu, upaya preventif juga dilakukan melalui pendekatan langsung ke masyarakat dan sekolah-sekolah oleh Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas), terutama ke sekolah yang diduga memiliki siswa yang terlibat tawuran. Meskipun fokus pada wilayah Jakarta, aparat gabungan juga tidak melupakan daerah penyangga seperti Tangerang, Bekasi, dan Depok, yang akan tetap diawasi dengan cermat.
"Sasaran operasi tidak hanya terbatas pada pencegahan tawuran, melainkan juga menyasar berbagai bentuk gangguan keamanan seperti aksi geng motor, premanisme, peredaran minuman keras, narkoba, petasan, balapan liar, aktivitas yang mengganggu keamanan siber, hingga peredaran senjata api ilegal, " terangnya.
Asep menyebut Polda Metro Jaya terus berkomitmen untuk memberikan rasa aman agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dan ibadah Ramadan dengan aman, damai, dan khusyuk. Ia juga meminta jajaran untuk mengedepankan penindakan yang humanis namun tetap tegas.
"Saya menaruh kepercayaan penuh kepada seluruh personel yang terlibat pada Operasi Pekat Jaya untuk melakukan tugas dengan dedikasi tinggi. Utamakan keselamatan diri dan rekan-rekan sekalian tetap waspada namun tegas dalam bertindak," pungkasnya.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
