
Menteri Keuangan Purbaya menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Selasa (7/10) pagi. (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan adanya proposal dari Pemprov DKI Jakarta terkait rencana pembangunan gedung bank Jakarta di SCBD, Jakarta Selatan.
Ia menegaskan hanya akan memberi dukungan jika proyek tersebut benar-benar bisa dimulai tahun ini. Karena itu, Purbaya datang menemui Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota, Selasa (7/10) pagi.
Dengan mengenakan batik, Purbaya tiba sekitar pukul 08.00 WIB bersama jajaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan langsung disambut Gubernur Pramono beserta pejabat Pemprov DKI.
Saat tiba, Purbaya langsung menyinggung proposal dari Pemprov DKI Jakarta yang disebut ingin membangun gedung paling tinggi di Jakarta, saat menjawab pertanyaan wartawan.
"Nggak tau, katanya sih DKI punya proposal untuk pembangunan gedung paling tinggi katanya," ujar Purbaya, Selasa (7/10).
Rencana pembangunan tersebut dikabarkan akan dilakukan di Lot 1 kawasan SCBD, Jakarta Selatan. Purbaya menyebut, dirinya ingin melihat sejauh mana kesiapan Pemprov DKI dalam mengeksekusi rencana ambisius itu.
"Coba kita lihat bisa nggak kita kerja sama dengan pemda DKI untuk mereka bisa bangun gedung di Lot 1 di kawasan SCBD. Kalau dia bisa mulai bangun di tahun ini saya kasih, kalau gak bisa saya diemin," kelakarnya.
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta kini tengah menghadapi tantangan berat usai rencana pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH) oleh pemerintah pusat. Akibatnya, APBD DKI 2026 turun drastis dari Rp 95 triliun menjadi Rp 79 triliun.
"Walaupun sebenarnya APBD Jakarta sebenarnya kan sudah diketok Rp 95 triliun, dengan pengurangan DBH yang hampir Rp 15 triliun, maka APBD Jakarta menjadi Rp79 triliun," ujar Pramono di Balai Kota, Senin (6/10).
Pemangkasan ini membuat Pemprov harus melakukan efisiensi dan realokasi anggaran di berbagai sektor.
Meski anggaran tertekan, Pramono menegaskan program bantuan pendidikan tidak akan tersentuh pemangkasan.evaluasi anggaran, apalagi pemangkasan.
"Dan saya sudah memutuskan, hal yang berkaitan dengan Kartu Jakarta Pintar, KJP, yang dibagi 707.513 siswa tidak boleh diotak-atik. Termasuk kemudian KJMU yang telah dibagikan untuk 16.979. Yang lain-lain tentunya akan ada refocusing, efisiensi, dan juga realokasi," ucapnya.
Langkah efisiensi akan menyasar pos perjalanan dinas, makan-minum, dan kegiatan rapat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Menurut Pramono, penghematan ini penting agar program prioritas tetap berjalan.
"Hal-hal efisiensi yang dilakukan yang berkaitan misalnya perjalanan dinas, kemudian anggaran-anggaran yang belanja yang bukan menjadi prioritas utama. Kemudian juga hal-hal yang berkaitan dengan makan, minum, dan sebagainya. Jadi memang efisiensi akan dilakukan juga di balik kota," ungkapnya.
Selain itu, Pramono memastikan tahun ini tidak akan ada Penyertaan Modal Daerah (PMD) kepada BUMD. Ia meminta BUMD mencari sumber pendanaan alternatif lewat kemitraan.

Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Kronologi Beckham Putra Nyaris Bersitegang dengan Penonton usai Laga Indonesia vs Mozambik
Prediksi Skor Meksiko vs Afrika Selatan Grup A Piala Dunia 2026: El Tri Diunggulkan Menang di Laga Pembuka!
Timnas Afrika Selatan di Piala Dunia 2026: Daftar Lengkap Skuad, Statistik, dan Jadwal Pertandingan
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
8 Pertanyaan Pribadi yang Tidak Boleh Ditanyakan Pada Orang Lain, Tidak Peduli Seberapa Baik Mereka Mengenal Seseorang Menurut Psikolog
Harga BBM Pertamina Terbaru: Pertamax Naik Jadi Rp 16.250 per Liter Mulai 10 Juni 2026
Resmi! 9 Pemain Persebaya Surabaya Hengkang, Era Baru Bernardo Tavares Dimulai dengan Cuci Gudang
