DIBLOKIR: Siswa sekolah berkendara di atara barisan truk tambang yang menutup jalan di Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
JawaPos.com-Truk Tambang di Parung Panjang, Kabupaten Bogor, dan sekitarnya, tidak hanya menjadi ancaman serius bagi orang dewasa yang akan bekerja atau melakukan aktivitas. Truk tambang yang telah mengorbankan ratusan nyawa tak berdosa dengan dalih 'mesin penggerak ekonomi' juga menjadi ancaman nyata bagi para murid sekolah.
Dalam unggahan foto di akun Instagram parungpanjang.viral, terlihat para siswa benar-benar harus bertaruh nyawa akibat truk tambang yang berulah.
Dalam foto tersebut, terlihat truk tambang mengular panjang pada bagian kanan jalan. Sedangkan pada bagian kiri jalan juga digunakan oleh truk tambang. Alhasil, anak sekolahan yang tampak menggunakan motor kesulitan dan nyaris masuk ke dalam jurang.
"Antara anak sekolah dan mobil serakah," tulis akun Instagram @parungpanjang.viral memberi keterangan foto.
Selain itu, juga beredar video memperlihatkan seorang ibu membawa putranya yang masih SD harus berjuang keras melawan truk tambang yang menguasai jalan utama di Parung Panjang.
Video yang diunggah akun Instagram bogorkerasz itu memperlihatkan dengan sangat jelas perjuangan seorang ibu membawa anaknya yang masih sekolah SD, melajukan motornya di bibir jalan karena semua badan jalan dikuasai truk tambang.
Meski berada dalam ancaman bahaya, ibu itu nyatanya tidak gentar demi memastikan anaknya tetap bersekolah untuk masa depan si anak yang lebih baik. Belum lagi ancaman penyakit akibat polusi udara yang dibawa oleh truk tambang.
"Bikin hati dar der dor ketika sang ibu bersama anaknya pulang sekolah di jalan Parung Panjang," demikian keterangan video dalam unggahan akun Instagram bogorkerasz.
Melihat unggahan itu, hati netizen remuk tak kuasa menahan sedih melihat perjuangan ibu yang bertaruh nyawa diantara truk-truk tambang demi memastikan anaknya tetap bersekolah. Netizen pun melakukan tag Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi untuk mengetuk hatinya supaya mengambil langkah nyata, mengingat palu kebijakan sedang dipegang di tangannya sepenuhnya.
"Pak dedimulyadi71 tolong empatinya, kurang sakit kah melihatmya. Minimal jam oprasional masuk akal lah," komentar salah satu netizen.
"dedimulyadi71. Udah jam operasional dilanggar, spek spakbord ban melebihi dimensi dari badan truk itu sendiri, dan berlangsung lama, malah dibiarkan," timpal yang lainnya .
"Kasihan banget anak sekolah itu. Gimana menurut teman-teman di @kpai_official ?". (*)

Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Pesan Perpisahan Penuh Misteri Milos Raickovic Bersama Persebaya Surabaya, Bonek Penasaran hingga Menyesali
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Ada Pemain Bali United yang Dirumorkan Gabung Persebaya Surabaya Musim Depan, Bonek Sebutkan 3 Nama Termasuk Irfan Jaya
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Harga BBM Pertamina Nonsubsidi Terbaru Per 1 Juni 2026, Dex Series Turun, Pertamax Turbo Naik
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
