
Nelayan berada di atas proyek tanggul beton di perairan Cilincing, Jakarta, Kamis (11/9/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman, menyoroti keberadaan tanggul beton yang berdiri di sepanjang kawasan pesisir Cilincing, Jakarta Utara. Sebab, keberadaan tanggul itu dikeluhkan nelayan sekitar.
Menindaklanjuti keluhan itu, DPR akan memanggil Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta sejumlah pihak terkait, untuk mengklarifikasi berdirinya beton di pesisir Cilincing tersebut.
“Informasi awal yang diterima Komisi IV DPR, tanggul beton yang membentang sekitar 2–3 km di pesisir Cilincing itu, merupakan bagian dari DLKr DLKp Pelabuhan Marunda,” kata Alex kepada wartawan, Jumat (12/9).
Ia menjelaskan, Daerah Lingkungan Kerja (DLKr) merupakan wilayah darat dan perairan yang digunakan langsung untuk kegiatan pelabuhan.
Sementara, Daerah Lingkungan Kepentingan (DLKp) merupakan perairan di sekitarnya yang digunakan untuk menjamin keselamatan pelayaran.
Alex menjelaskan, dari laporan awal yang diterima, keberadaan tanggul itu merupakan bagian dari rencana pengembangan pelabuhan oleh sebuah perusahaan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
“Tanggul beton ini, rencananya akan dijadikan lokasi pelabuhan sebuah entitas perusahaan PMDN,” ungkapnya.
Ia menambahkan, perusahaan tersebut diklaim sudah mengantongi dokumen perizinan. Selain itu, lokasi pembangunan juga diklaim sesuai dengan Perda Provinsi DKI Jakarta Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Meski dokumen dinyatakan lengkap, Komisi IV DPR tetap akan menindaklanjuti keluhan masyarakat, terutama nelayan yang terdampak.
“Kita akan mengonfirmasi ke KKP, apakah perairan di sekitar tanggul beton itu memang diperuntukan untuk nelayan melaut,” tegasnya.
Alex menekankan, jika wilayah tersebut memang menjadi ruang hidup dan jalur nelayan, pihaknya akan meminta pemerintah meninjau ulang izin yang telah diberikan.
“Jika memang untuk nelayan, tentunya akan kita minta untuk meninjau ulang izin yang diberikan,” imbuhnya.
Sebagaimana diketahui, tanggul beton di Cilincing dikelola oleh PT Karya Citra Nusantara (KCN).
Keberadaan bangunan tersebut pertama kali mencuat ke publik setelah sebuah video berdurasi 1 menit 9 detik diunggah warganet ke media sosial X.
Video itu memperlihatkan beton yang memanjang sepanjang 2–3 kilometer di pesisir Cilincing. Para nelayan mengeluhkan keberadaan beton tersebut karena menyulitkan mereka untuk melintas.

Puluhan Orang Terjebak di AEON Mall Kumamoto Usai Gempa Dahsyat M7,1 Diikuti Ledakan
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Malik Bawazier Dilaporkan ke Polda Metro Jaya, Suami Cut Keke Diduga Tersangkut Kasus Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Prediksi Skor Persebaya Surabaya vs PSMS Medan di Piala Presiden 2026: Misi Green Force Raih 3 Poin Lagi!
