Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Juli 2025 | 23.36 WIB

Jakarta 2 Hari Tidak Hujan, BNPB Habiskan 16 Ton Bahan Semai untuk Operasi Modifikasi Cuaca

Petugas BNPB memasukkan bahan semai ke pesawat sebelum operasi modifikasi cuaca, untuk mencegah turunnya hujan dengan intensitas tinggi di Jakarta dan sekitarnya. (BNPB) - Image

Petugas BNPB memasukkan bahan semai ke pesawat sebelum operasi modifikasi cuaca, untuk mencegah turunnya hujan dengan intensitas tinggi di Jakarta dan sekitarnya. (BNPB)

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menghabiskan 16 ton bahan semai untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Hasilnya, dua hari belakangan Jakarta tidak turun hujan. Belasan ton bahan semai itu ditabur oleh BNPB lewat 18 sorti penerbangan. 

Berdasar keterangan resmi pada Jumat (11/7), 16 ton bahan semai itu terdiri atas 12,4 ton Natrium Klorida atau NaCl dan 3,6 ton Kalsium Oksida atau CaO.

BNPB melakukan OMC dengan menggunakan dua pesawat. Yakni Pesawat Caravan dengan Nomor Registrasi PK-DPI dan PK-SNL. 

”OMC dilakukan di atas langit Pesisir Utara dan Pesisir Selatan Jawa Barat dalam 24 jam secara berkala,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari. 

BNPB sengaja memprioritaskan beberapa titik sebagai lokasi penaburan bahan semai. Yakni wilayah perairan utara Karawang, Bekasi, dan Indramayu. Termasuk wilayah yang menjadi hulu sungai yang berhilir di daerah rawan bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya.

”Secara teknis, dua pesawat berkapasitas maksimal satu ton bahan semai itu mengangkut dan menaburkan NaCl sebagai bahan kimia serupa garam yang dapat membantu proses kondensasi awan dan memicu turunnya hujan,” kata Abdul Muhari. 

Pihaknya sengaja melakukan penyemaian NaCl di daerah pesisir untuk mencegat awan-awan hujan yang akan masuk ke darat, sehingga hujan bisa diturunkan di laut.

Berkaitan dengan penyemaian Kalsium Klorida, itu dilakukan untuk meningkatkan curah hujan sehingga redistribusi curah hujan dapat dilakukan sesuai area sasaran.

Operasi modifikasi cuaca merupakan upaya pemerintah dalam penanganan darurat cuaca ekstrem di musim kemarau basah yang melanda wilayah Jawa Barat dan Jakarta. OMC dilaksanakan oleh BNPB dengan dukungan dari BMKG dan TNI AU,” jelasnya. 

Lebih lanjut, Abdul Muhari menyampaikan bahwa OMC berlangsung mulai 7-11 Juli 2025. OMC dilakukan dengan tujuan mengurangi hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan masih akan turun pada dasarian pertama Juli 2025. 

”Satgas Gabungan OMC Jabodetabek mencatat penurunan intensitas hujan yang signifikan antara 30-60 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Bahkan dalam dua hari ini cuaca Jakarta dalam kondisi terik tanpa hujan,” imbuhnya. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore