
Petugas BNPB memasukkan bahan semai ke pesawat sebelum operasi modifikasi cuaca, untuk mencegah turunnya hujan dengan intensitas tinggi di Jakarta dan sekitarnya. (BNPB)
JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sudah menghabiskan 16 ton bahan semai untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Hasilnya, dua hari belakangan Jakarta tidak turun hujan. Belasan ton bahan semai itu ditabur oleh BNPB lewat 18 sorti penerbangan.
Berdasar keterangan resmi pada Jumat (11/7), 16 ton bahan semai itu terdiri atas 12,4 ton Natrium Klorida atau NaCl dan 3,6 ton Kalsium Oksida atau CaO.
BNPB melakukan OMC dengan menggunakan dua pesawat. Yakni Pesawat Caravan dengan Nomor Registrasi PK-DPI dan PK-SNL.
”OMC dilakukan di atas langit Pesisir Utara dan Pesisir Selatan Jawa Barat dalam 24 jam secara berkala,” ungkap Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
BNPB sengaja memprioritaskan beberapa titik sebagai lokasi penaburan bahan semai. Yakni wilayah perairan utara Karawang, Bekasi, dan Indramayu. Termasuk wilayah yang menjadi hulu sungai yang berhilir di daerah rawan bencana banjir di Jakarta dan sekitarnya.
”Secara teknis, dua pesawat berkapasitas maksimal satu ton bahan semai itu mengangkut dan menaburkan NaCl sebagai bahan kimia serupa garam yang dapat membantu proses kondensasi awan dan memicu turunnya hujan,” kata Abdul Muhari.
Pihaknya sengaja melakukan penyemaian NaCl di daerah pesisir untuk mencegat awan-awan hujan yang akan masuk ke darat, sehingga hujan bisa diturunkan di laut.
Berkaitan dengan penyemaian Kalsium Klorida, itu dilakukan untuk meningkatkan curah hujan sehingga redistribusi curah hujan dapat dilakukan sesuai area sasaran.
”Operasi modifikasi cuaca merupakan upaya pemerintah dalam penanganan darurat cuaca ekstrem di musim kemarau basah yang melanda wilayah Jawa Barat dan Jakarta. OMC dilaksanakan oleh BNPB dengan dukungan dari BMKG dan TNI AU,” jelasnya.
Lebih lanjut, Abdul Muhari menyampaikan bahwa OMC berlangsung mulai 7-11 Juli 2025. OMC dilakukan dengan tujuan mengurangi hujan dengan intensitas tinggi yang diperkirakan masih akan turun pada dasarian pertama Juli 2025.
”Satgas Gabungan OMC Jabodetabek mencatat penurunan intensitas hujan yang signifikan antara 30-60 persen di wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten. Bahkan dalam dua hari ini cuaca Jakarta dalam kondisi terik tanpa hujan,” imbuhnya.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
