Ilustrasi tempat hiburan malam. Pixabay/Antara
JawaPos.com – Rencana penerapan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Jakarta memicu kegelisahan para pelaku industri hiburan malam. Sebab, dalam aturan tersebut akan ada pelarangan merokok di tempat hiburan malam seperti klub dan tempat karaoke.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Hiburan Jakarta (ASPHIJA) Hana Suryani menuturkan, dirinya secara pribadi sangat mendukung kawasan bebas rokok, terutama di ruang publik seperti taman dan tempat umum lainnya.
Namun, ketika hal ini menyasar dunia hiburan malam yang notabene hanya dikunjungi oleh orang dewasa, ia menganggapnya berlebihan.
"Sebaiknya tidak usah lah ya, Raperda itu (mengatur) untuk tempat hiburan malam," ujarnya.
Hana menilai, aturan tersebut hanya akan menurunkan minat pengunjung. Apalagi, sektor hiburan malam sudah mengalami penurunan drastis sejak tahun 2020 bahkan sebelum pandemi. Ditambah adanya kenaikan pajak hiburan menjadi 40 persen yang memperparah situasi.
"Sebelum pandemi itu udah drastis (penurunan pengunjung), apalagi terakhir tuh pandemi udah lah, udah mati lah kita semua, karena kan emang total tutup kan. Nah pas buka-buka lagi, 2024 awal di Februari Pajak udah 40 persen, mati ini," terangnya.
Ia menyebut, saat ini tak sedikit tempat hiburan malam yang gulung tikar. Termasuk tempat usaha miliknya.
"Sudah pasti mati (sepi pengunjung), denger gini aja orang sekarang netizen cepet sekali, buset belum diterapin aja udah pada rame," ucapnya.
Diketahui, Gubernur Jakarta Pramono Anung sepakat tempat karaoke, club malam, cafe live music masuk ke dalam tempat hiburan dan harus masuk ke dalam kawasan tanpa rokok.
Hal itu disampaikan Gubernur Pramono saat menanggapi pandangan dan pernyataan dari Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kawasan Tanpa Rokok, Selasa (27/5).
"Eksekutif sepakat bahwa tempat karaoke, club malam, cafe live music masuk ke dalam definisi tempat hiburan dalam tatanan tempat umum di dalam Raperda Kawasan Tanpa Rokok," ujar Pramono.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
