
Ratusan warga berunjuk rasa di depan Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jumat (21/3). (Ryandi Zahdomo/JawaPos.com)
JawaPos.com–Ratusan warga berunjuk rasa di depan Refuse Derived Fuel (RDF) Rorotan, Jumat (21/3) sekira pukul 16.00 WIB. Massa aksi berasal dari tiga wilayah yakni warga Rorotan, Jakarta Utara; Harapan Indah Bekasi, dan Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur. Mereka meminta agar fasilitas pengelolaan sampah tersebut ditutup secara permanen.
Gubernur Jakarta Pramono Anung mengaku telah mengetahui aksi demonstrasi warga sejak beberapa hari sebelumnya.
”Saya tahu bahwa akan ada demo, dari beberapa hari yang lalu, saya tetap datang,” ujar Pramono di Masjid Jami Tangkuban Perahu, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (21/3).
Pramono memastikan, pihaknya tidak akan menghindar dari polemik RDF Rorotan. Dia telah memerintahkan sejumlah anak buahnya untuk segera memperbaiki apa yang menjadi keluhan warga.
”Saya sebagai pemimpin gak pernah menghindar untuk hal-hal seperti itu, bahkan kami yang kemudian mengundang untuk dialog kemarin di Rorotan. Nah nanti setelah ada perbaikan kami, saya akan sampaikan,” kata Pramono Anung.
Diketahui, warga di sekitar RDF Rorotan, Jakarta Utara; mengaku mulai mengalami sejumlah masalah kesehatan setelah uji coba RDF Rorotan dilakukan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta Asep Kuswanto mengakui, sudah ada 11 anak yang dilaporkan mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan 3 anak lainnya terkena infeksi mata.
Mereka yang terpapar merupakan warga Perumahan Jakarta Garden City (JGC), Cakung, Jakarta Timur, 800 meter dari lokasi RDF Rorotan. Mereka sebelumnya juga telah mengeluhkan terkait bau sampah dan asap hitam dari uji coba pengelolaan sampah di lokasi RDF Rorotan.
”Anak-anak yang kemarin dilaporkan terdampak kemarin ada 11 katanya kena ISPA dan 3 kena infeksi mata,” ujar Asep di Semper, Cilincing, Jumat (21/3).
Asep mengaku telah meminta Dinas Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan kepada warga sekitar. Sehingga, kesehatan warga dapat terpantau dengan baik.
Menanggapi kekhawatiran warga, Pemprov DKI juga akan memperketat pemantauan kualitas udara di sekitar RDF. Sejumlah alat pemantau akan dipasang, terutama dalam radius 5 km dari lokasi RDF.
”Kemudian juga tadi permintaan kemarin kan paling tidak radius 5 km itu ada satu SPKU (Stasiun Pemantau Kualitas Udara),” jelas Asep.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
