
KESUKAAN MAKHLUK HALUS: Di rumah Ki Joko Bodo, banyak patung dengan aneka bentuk yang didesain khusus. Sasti yakin makhluk halus bersarang di patung.
Sejak kecil Ayda Prasasti, anak ketiga Ki Joko Bodo, terbiasa bertemu dengan makhluk gaib. Di antara sekian banyak sosok yang pernah dijumpainya, perempuan berjubah biru dirasa paling berkesan.
---
JIKA pada umumnya orang-orang takut saat bertemu dengan makhluk halus, tidak demikian Sasti, sapaan Ayda Prasasti. Dia mengaku merasa biasa saja.
Sasti masih ingat betul pertemuan pertamanya dengan perempuan berambut panjang berjubah biru. Saat itu, Sasti tengah bersiap untuk tes masuk perguruan tinggi negeri. Dia lebih suka belajar dini hari.
Berkisar pukul 03.00 sampai sehabis subuh. Namun, malam itu Sasti ingin belajar lebih awal. Sekitar pukul 01.00 dini hari. Dia mengerjakan soal-soal tryout di kamarnya. Awalnya dia ditemani kakak dan adiknya. Tapi, semakin larut, keduanya tertidur.
Di tengah fokusnya mengerjakan soal, Sasti merasa sedang diperhatikan seseorang. Penasaran, dia mencoba melirik ke samping. ’’Mbak-mbaknya duduk di tempat tidur adikku. Nggak ngomong apa-apa. Ngapain sih batinku,” kata Sasti saat ditemui Jawa Pos di rumahnya Kamis (4/1).
Kemunculan sosok itu berlangsung cukup lama. Biasanya, jika Sasti marah, penampakan makhluk astral akan hilang. Tapi, tidak dengan sosok berjubah biru itu. ’’Tapi, pelajaran aku belum selesai. Ya udah aku kelarin, dia hilang sendiri,” ucapnya.
Dia juga berbagi pengalaman kakaknya, Refo, yang ditinggal sendirian di rumah. Tiba-tiba ada suara perempuan menangis. Semakin dicari, suara tangisan itu semakin dekat. ’’Katanya kalau suaranya makin dekat, artinya makin jauh,” imbuhnya.
Akhirnya Refo menelusuri setiap sudut rumah. Sampai sekiranya suara perempuan itu mengecil. Pencarian berakhir di ruangan bawah tanah. Nah, sesampai di situ, suara tangisan itu berubah menjadi tawa.
Ada pula cerita patung Dewi Sartika di rumahnya yang disebut Istana Wong Sintinx. Berbentuk perempuan dengan rambut panjang terurai yang mengenakan kalung dan kemben sedada dengan jarit menjuntai ke bawah.
Patung tersebut diyakini sebagai tempat sosok tadi bersarang. Sasti yakin makhluk halus suka mengisi patung dan ketika menampakkan diri, wujudnya menyerupai medianya, yaitu patung tersebut.
Ketika membaca biografi Ki Joko Bodo, Sasti baru tahu bahwa patung perempuan itu memang dibuat untuk melambangkan istrinya.
Pernah saat musim hujan pada 2014, pohon besar di samping rumahnya roboh. Penjaga rumah bernama Deddy keluar untuk mengecek situasi. Reruntuhan batang dan daun praktis menutup akses jalan penghubung halaman depan ke halaman belakang.
Di reruntuhan itu, Deddy tiba-tiba melihat perempuan cantik. Rambutnya panjang, memakai gaun biru, dan berkalung. Gaun yang panjang tersebut tampak menyeret melewati batang dan daun yang berserakan itu.
’’Katanya wujudnya mirip banget sama ibu aku. Jadi, Om Deddy ngikutin karena mikir ini ibu ngapain tengah malam keluar,” terang Sasti.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
