Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 17 Agustus 2023 | 21.59 WIB

Perawat RSAB Harapan Kita yang Diduga Salah Beri Susu Hingga Bayi Kritis Belum Minta Maaf

Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi yang kritis di ICU RS Harapan Kita (Royyan/JawaPos.com) - Image

Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi yang kritis di ICU RS Harapan Kita (Royyan/JawaPos.com)

JawaPos.com - Chintia Suciati, 29, masih belum mendapatkan pertanggungjawaban dan permintaan maaf dari pihak Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita. Hal itu sehubungan dengan adanya dugaan kesalahan pemberian susu formula terhadap Lanala Ayudisa Halim yang membuatnya kritis di ruangan ICU.

Padahal, Chintia mengatakan bahwa selang sehari setelah anaknya masuk ICU, yaitu pada Minggu (13/8), dirinya dipanggil RSAB Harapan Kita untuk membicarakan kasus itu yang sudah viral di media sosial. 
 
"Ada pertemuan dan saya sendiri, mereka berenam bilang kalau masih mengelak sih.Kayak membela suster tersebut," ujarnya kepada wartawan, Kamis (17/8).
 
 
 
Padahal, dalam pertemuan itu para perawat yang diduga lalai dalam merawat anaknya pun tidak dihadirkan sama sekali. 
 
"Kemarin pun udah keluarkan statement ini belum clear. Karena belum ada bentuk tanggung jawab," tegas Chintia.
 
 
Ia juga menyayangkan langkah yang dilakukan RSAB Harapan Kita untuk memanggilnya berbincang tak ada konfirmasi lebih dahulu sehingga ia datang tak didampingi siapapun, termasuk suaminya.
 
"Sekarang sampai saat ini dari susternya itu tak ada permintaan maaf. Dari rumah sakit juga belum ada permintaan maaf," tandas Chintia.
 
 
Sebelumnya, seorang bayi bernama Lanala Ayudisa Halim yang masih berumur dua bulan harus mendekam di ruangan ICU Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita dalam kondisi kritis. Hal itu diduga lantaran kelalaian pihak perawat rumah sakit tersebut. 
 
Chintia Suciati, 29, ibu dari bayi tersebut mengatakan bahwa hal itu bermula saat anaknya lahir dalam keadaan sudah didiagnosis mengidap penyakit ileostomi dan kelainan hati di Rumah Sakit Pelni pada 13 Juni lalu.
 
Setelah itu, selang sebulan, tanggal 12 Juli, bayi yang akrab dipanggil Nala tersebut mesti dirujuk ke RSAB Harapan Kita lantaran kelainan hati yang dideritanya. Pasalnya, bayi itu harus dirujuk ke Poli Gastro.
 
Dalam perawatan di poli itu, Chintia mengatakan bahwa anaknya sempat mengalami perbaikan dari segi berat badan karena melibatkan beberapa dokter. Salah satunya adalah dengan mengonsumsi susu yang tepat untuk Nala, yaitu susu Nutribaby Royal Pepti Junior.
 
"Dari susu Pepti Junior itu perlahan-lahan dia naik berat badannya. Bahkan rekor pertama Nala di angka 2,165 kilogram," kata Chintia saat ditemui wartawan di kediamannya di Palmerah, Jakarta Barat, Rabu (16/8).
 
Chintia mengaku senang tiada kepalang saat menemukan perbaikan kondisi anak perempuan pertamanya itu. Namun, itu tak berselang lama. Sebab, pada Senin, 7 Agustus lalu, seorang perawat tiba-tiba memberikan susu dengan jenis lain.  
 
Chintia mengaku sempat bertanya kepada perawat yang memberikan susu dengan jenis berbeda, namun perawat itu menyatakan bahwa itu adalah susu dengan jenis yang sama.
 
"Terus akhirnya mereka membantah, ya udah saya pikir ini Pepti Junior merek lain. Saya masih positif thinking," ungkapnya.
 
Namun, yang terjadi keesokan harinya justru terbalik. Seorang pegawai lain di RS Harapan Kita mendatanginya dan meminta maaf lantaran susu yang diberikan kemarin kepada anaknya salah.
Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore