
Urip Saputra saat diperiksa di Polres Bogor (ist)
JawaPos.com - Kejadian Urip Saputra saat diperiksa di klinik di Rancabungur Bogor usai hidup kembali, terungkap. Ternyata dia diantar lebih 10 orang saat tengah malam. Urip Saputra berpura-pura mati untuk menghindari penagihan utang yang jumlahnya mencapai Rp 1,5 miliar.
Salah seorang perawat klinik di Kawasan Rancabungur, Herlin, menceritakan keadaan Urip saat datang ke kliniknya di saat tengah malam itu. “Awalnya, ada tiga orang ke sini datang, ngetuk-ngetuk klinik tengah malem, Jumat malam. Katanya darurat, saya kaget, darurat tapi kok enggak ada kliennya yang dibawa,” kata Herlin seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group), Senin (21/11).
Tamu ini berkata ingin meminjam oksigen. Kemudian Herlin meminjamkan oksigen tersebut. “5-10 menit, datanglah ambulans yang ngantarnya banyakan, ada lebih dari sepuluh orang,” ujarnya.
Saat dilihat, ternyata di dalam ambulans tersebut ada peti mati. Herlin melihat Urip berada di dalam peti mati yang terbuka itu. “Saya periksa si klien, saya cek nadi, nafas, memang si klien masih hidup saat dibawa ke klinik, memang cuma dalam keadaan di dalam peti,” ungkapnya.
Herlin memberi bantuan pertama berupa oksigen kepada Urip. Kemudian, dia juga mengecek respons dari Urip. “Matanya berkedip, cuma enggak ngebuka matanya. Jari tangan juga bergerak. Terakhir sebelum dibawa ke RS, si klien juga sempat miring ke kanan, setelah itu langsung dirujuk ke RS terdekat,” tuturnya.
Orang-orang yang datang dengan ambulans tersebut, berkata kepada Herlin bahwa Urip sempat meninggal atau mati suri. Namun menurutnya, bahwa yang mengantar tersebut mayoritas relawan.
“Istrinya juga enggak ikut, akhirnya ada pihak keluarga (keponakan) yang ikut ke klinik. Cuma enggak ada penjelasan saat ditanya siapa yang menyatakan meninggal. Diminta surat kematian pun pada enggak ada yang tahu,” ucapnya .
Setelah ditangani di klinik, Urip kemudian dibawa ke RSUD Kota Bogor. Herlin sempat menduga bahwa Urip seperti orang masih hidup yang sudah dianggap meninggal. “Kalau saya waktu pertama nanganin, sempet cerita sama suami, itu mah kayak orang hidup dianggap meninggal,” pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
