
Penjual melayani calon konsumen sepatu impor dari vietnam dan china disalah satu gerai toko sepatu di Pasar Taman Puring, Jakarta, Selasa (1/9/2020). Kementerian Perdagangan menerbitkan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 68 Tahun 2020 untuk m
JawaPos.com - Pasar Taman Puring terlihat semakin redup ditelan zaman. Pasar yang khusus menjual aneka fashion, khususnya sepatu itu semakin minim peminat. Padahal, lokasi tempat tersebut cukup strategis karena tepat di samping Taman Puring yang menjadi destinasi wisata keluarga.
Muhammad Sanjaya terlihat hanya duduk di atas kursi plastik di depan toko sepatunya. Tak terlihat satu pun pengunjung pasar yang menghampiri tokonya. Sekadar lewat pun tidak ada. Padahal, posisi tokonya berada di tengah-tengah Pasar Taman Puring.
"Udah lama customer itu pindah ke online gitu. Udah sejak 2018," ujarnya saat ditemui JawaPos.com di tokonya, Sabtu (6/8).
Menurut Sanjaya, sejak saat marketplace online menggurita di Indonesia, keberadaan toko-toko sepatu konvensional semacam tokonya mulai tergerus dan tak diminati banyak orang. Ia pesimis bahwa tokonya akan kembali ramai selama marketplace online masih mendominasi. "Jadi kalau ada online susah jalannya pasar ini, katanya.
Saat melewati lorong-lorong Pasar Taman Puring, tidak terdengar sedikitpun para pedagang menawarkan dagangannya. Pasar ini berubah sunyi. Pengunjung dapat melihat-lihat aneka sepatu dengan tenang tanpa interupsi pedagang.
Photo
SEPI: Pasar Taman Puring terlihat semakin redup ditelan zaman. Pasar yang khusus menjual aneka fashion, khususnya sepatu itu semakin minim peminat. Padahal, lokasi tempat tersebut cukup strategis karena tepat di samping Taman Puring yang menjadi destinasi wisata keluarga. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Sanjaya menyatakan bahwa penurunan pendapatan di tokonya seperti terjun bebas belakangan ini. Penjualan rata-rata dari sepatu yang dijajakannya per minggu hanya keluar sekitar 3-4 pasang sepatu saja. "Soalnya ya itu, customer itu udah pindah ke online. Jadi udahmales gitu ke pasarnya. Paling ramai paling 10 pasang sehari. Itu juga jarang," keluhnya.
Sanjaya merasa keadaannya sekarang serba salah. Jika meneruskan berjualan di toko ia tahu sendiri pendapatannya tak seberapa, namun pindah berjualan di marketplace online pun ia merasa tak mampu. "Gak bisa soalnya nanti kalau pindah ke online yang ini gak keurus," tuturnya.
Namun begitu, secara harga sebetulnya ia berani beradu dengan sepatu yang dijual secara online, meski barang yang dijualnya rerata premium dan KW 1. Sebab, menurutnya banyak juga penjual toko online yang membeli barangnya justru di di Pasar Taman Puring.
"Ngambil barangnya di sini. Dibilangnya ori apa gitu. Jadi customer percaya aja gitu. Padahal gak tau barangnya gimana," katanya.
Toko yang terkenal sebagai penjual sepatu yang bagus dan murah karena tidak originial ini memang sudah tak selegendaris dulu. Meski sudah siang hari, terlihat banyak toko yang masih dikurung rolling door berwarna abu. Oleh karena pendapatan yang tak kunjung naik, Sanjaya bilang memang banyak toko yang mulai berguguran.
"Banyak yang gugur. Soalnya kadang nggak ngira-ngira juga ngambil barang banyak banget, tapi yang beli nggak ada," pungkasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
