Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 2 November 2019 | 15.35 WIB

Kali Besar Menjadi Magnet Baru Wisata Kota Tua

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Hari libur selalu dijadikan momen untuk berwisata bersama sanak kerabat dan keluarga. Di Jakarta, pilihan tempat rekreasi semakin menjamur serta menjadi lebih bagus karena berbagai perbaikan yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Bahkan, objek wisata yang telah lama, kini dipercantik hingga lebih menarik pengunjung.

Wisata Kota Tua, Jakarta Barat menjadi pilihan yang tidak lagi asing di mata para traveler. Tak hanya hari libur atau weekend, namun setiap hari kawasan tersebut padat pengunjung. Menambah pilihan wisata, proyek revitalisasi Kali Besar kini juga digandrungi traveler yang mungkin sudah bosan berjalan-jalan di area Kota Tua.

Letaknya yang tak jauh dari Stasiun Jakarta Kota dan Halte Transjakarta Kota itu memudahkan masyarakat yang ingin berkunjung. Kali yang desainnya terinspirasi dari Sungai Cheonggyecheon, Seoul, Korea Selatan tersebut baru tahun ini dibuka oleh Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno.

Photo



Beberapa spot menarik di Kali Besar adalah Taman Apung, Jembatan, patung unik, dan beberapa bangku di pinggir kali. Taman Apung menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan yang berkunjung ke Kali Besar. Di bawahnya, kali yang dulunya kumuh dan dipenuhi sampah telah berubah jadi spot yang menarik dijadikan latar mengambil foto.

Sedangkan jembatan yang menghubungkan jalan antara Kali Besar Barat dan Kali Besar Timur ini juga jadi tujuan para wisatawan untuk berfoto. Dengan latar gedung tua Jasa Raharja, membuat tempat ini jadi spot favorit untuk mengabadikan momen. Sementara patung-patung unik menjadi ornamen pemanis. Bentuknya pun sangat 'hidup' misalnya bapak tua yang duduk di kursi, lelaki yang tengah mengecat tiang dan lain-lain.

Meski terlihat sederhana, tempat duduk yang berada di sepanjang kawasan Kali Besar ini juga bisa menjadi latar foto yang Instagramable jika diambil dari sudut yang tepat. Latar gedung-gedung tua, seolah membawa pengunjung ke masa lalu.

Apalagi di sekelilingnya, pohon-pohon baru ditanam sehingga belum bisa membuat teduh suasana Kali Besar. Namun, dinding pembatas area pedestrian dan kali yang ditanami berbagai macam tumbuhan warna-warni terlihat sangat apik.

Beberapa dari traveler menyempatkan waktu berswafoto bersama teman, keluarga, dan juga pasangan. Beberapa dari mereka bahkan menggunakan momen libur di kawasan Kali Besar untuk sekaligus melakukan foto prawedding.

Photo

Sejumlah warga melakukan pemotretan di patung-patung unik saat berkunjung ke Kali Besar Kawasan Kota Tua Jakarta. (Salman Toyibi/ Jawa Pos).

Andi, 32, warga Bekasi, Jawa Barat, mengaku sengaja datang ke lokasi dan telah merencanakan konsep foto prawedding bersama pasangannya. Mereka terlihat antusias berpose walau di bawah teriknya sinar matahari.

“Iya nih (foto prawedding), tadinya rencana mau di depan Museum Fatahillah, tapi ramai, di sini sepi dan santai,” ujarnya kepada JawaPos.com di pedestrian zone Kali Besar, Jakarta Barat beberapa waktu lalu.

Menurut salah satu petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berjaga, Zuhri mengatakan, proyek dibuka untuk publik selama 24 jam. Masyarakat cukup banyak berlalu lalang, terlihat dari banyaknya kendaraan yang terparkir di area sekitar. “Tempat ini dibuka untuk umum, ini sampai malam tetap buka,” katanya.

Proyek revitalisasi yang dikerjakan PT Sampoerna Land dengan dana koefisien lantai bangunan (KLB) sekitar Rp 260 miliar itu. Proyek tersebut kini dapat dinikmati masyarakat dan pengunjung wisata Kota Tua.
Penataan Akses ke Kawasan Kota Tua

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta melakukan penataan akses bagi para wisatawan yang ke Taman Fatahillah atau kawasan Kota Tua. Ada beberapa pintu masuk yang bisa diakses pengunjung, salah satunya yang terintegrasi dengan Kali Besar.

"Penataan akses ini untuk lebih memudahkan pengunjung," kata Kadisparbud DKI Jakarta Edy Junaedi dalam keterangannya.

Revitalisasi Kali Besar zona 1 menjadi daya tarik bagi wisatawan. Sehingga, Disparbud menyiapkan jalur sehingga pengunjung yang ke Kota Tua juga bisa menikmati wisata di Kali Besar. "Untuk memudahkan mobilitas warga dari Taman Fatahillah ke kali besar sudah disiapkan alurnya," tambahnya.

Ada beberapa objek wisata di kawasan Kota Tua seperti museum Sejarah Jakarta, museum Wayang, museum Bank Indonesia, museum Seni Rupa dan Keramik, dan Toko Merah. Tahun 2018, tercatat 1.376.122 orang yang mengunjungi kawasan Kota Tua.

Dengan adanya pengaturan jalur diharapkan akan meningkatkan kunjungan ke Kali besar. Selama ini fokus pengunjung kawasan Kota Tua hanya Taman Fatahillah, padahal jika menilik sejarah kawasan Kota Tua meliputi Tamansari, Pinangsia, Glodok, Tambora dan Penjaringan.

Jalur masuk ke Taman Fatahillah dari Kali Besar melalui lorong Pekojan merupakan integrasi antara Kali Besar dan kawasan Kota Tua, sementara jalur keluar dari Taman Fatahillah ke Kali Besar bisa melalui lorong Jayakarta.
Berikut pengaturan jalur pintu masuk dan pintu kleuar bagi pengunjung:

Alur Pintu Masuk Taman Fatahillah berada di:

1. Lorong Pecinan, arah dari Jalan Pintu Besar/Museum Bank Indonesia.
2. Lorong Batavia, arah dari Gedung Jasindo/parkiran Cengkeh.
3. Lorong Pekojan, arah dari Kali Besar Timur.

Alur Pintu Keluar Taman Fatahillah berada di:

1. Lorong Fatahillah, arah ke Stasiun Jakarta Kota/Jalan Lada.
2. Lorong Jayakarta, arah ke Kalibesar/Bank Mega.
3. Lorong Kota Intan, arah ke Aroma Nusantara/Jembatan Kota Intan.
4. Lorong Sunda Kelapa, arah ke imigrasi/Jalan Kunir.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore