Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Januari 2026 | 00.10 WIB

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Selesaikan Pembangunan 10 Jembatan Antar Kampung Tahun 2025

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 10 unit Jembatan Antar Kampung (JAK) yang tersebar di lima kecamatan berbeda sepanjang tahun 2025. (Istimewa) - Image

Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 10 unit Jembatan Antar Kampung (JAK) yang tersebar di lima kecamatan berbeda sepanjang tahun 2025. (Istimewa)

JawaPos.com - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 10 unit Jembatan Antar Kampung (JAK) yang tersebar di lima kecamatan berbeda sepanjang tahun 2025. Kegiatan pembangunan ini bertujuan utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menjamin tingkat keselamatan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
 
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal, menjelaskan bahwa pembangunan JAK tersebut umumnya merupakan realisasi dari usulan masyarakat, terutama terkait jembatan eksisting yang kondisi fisiknya sudah tidak layak dan membahayakan pengguna. "Ada 10 JAK yang sudah kami bangun. Ada yang bisa diangkat dan ada juga yang tidak, tergantung kondisi di lapangan," ujarnya, kemarin (12/1).
 
Secara geografis, 10 JAK tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Tebet, Pancoran, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, dan Kebayoran Baru, dengan bentangan struktur yang bervariasi mulai dari 5,4 meter hingga 21,36 meter.

Baca Juga: Cetak Sejarah di Luar Negeri! Gloria Widjaja Gandeng Pemain Andalan Singapura, Siap Debut di Indonesia Masters 2026
 
Di Kecamatan Tebet, dua jembatan dibangun di Kelurahan Tebet Barat, yaitu JAK Staff 3 dengan bentangan 9,22 meter dan JAK Staff 7 dengan bentangan 9,76 meter. Sementara di Kecamatan Pancoran, pembangunan difokuskan di Kelurahan Pengadegan melalui JAK Pengadegan 3 dan JAK Pengadegan 12.
 
Kecamatan Pesanggrahan menjadi wilayah dengan jumlah JAK terbanyak, yaitu tiga unit yang meliputi JAK H Jali di Kelurahan Petukangan Utara, JAK Bulak Sari di Kelurahan Pesanggrahan, serta JAK Melati 3 di Kelurahan Ulujami.
 
Di Kecamatan Kebayoran Lama, JAK dibangun di dua kelurahan berbeda: JAK Pulo Mawar di Kelurahan Grogol Utara dan JAK Jati Indah di Kelurahan Pondok Pinang. Sedangkan di Kecamatan Kebayoran Baru, JAK Gang Mulia berlokasi di Kelurahan Kramat Pela.
 
Luas permukaan jembatan juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan akses masyarakat setempat, dengan rentang antara 10,14 meter persegi hingga 30,97 meter persegi.

Baca Juga: Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
 
Rifki menambahkan bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan terus mengoptimalkan penataan serta pembangunan JAK baru sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan mendukung mobilitas warga di kawasan Jakarta Selatan.

"Mudah-mudahan jembatan yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat bagi warga. Selain meningkatkan aksesibilitas, juga dapat menambah nilai estetika lingkungan," pungkasnya.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore