
Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 10 unit Jembatan Antar Kampung (JAK) yang tersebar di lima kecamatan berbeda sepanjang tahun 2025. (Istimewa)
JawaPos.com - Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan telah menyelesaikan pembangunan sebanyak 10 unit Jembatan Antar Kampung (JAK) yang tersebar di lima kecamatan berbeda sepanjang tahun 2025. Kegiatan pembangunan ini bertujuan utama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah sekaligus menjamin tingkat keselamatan warga dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
Kepala Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan Rifki Rismal, menjelaskan bahwa pembangunan JAK tersebut umumnya merupakan realisasi dari usulan masyarakat, terutama terkait jembatan eksisting yang kondisi fisiknya sudah tidak layak dan membahayakan pengguna. "Ada 10 JAK yang sudah kami bangun. Ada yang bisa diangkat dan ada juga yang tidak, tergantung kondisi di lapangan," ujarnya, kemarin (12/1).
Secara geografis, 10 JAK tersebut tersebar di wilayah Kecamatan Tebet, Pancoran, Pesanggrahan, Kebayoran Lama, dan Kebayoran Baru, dengan bentangan struktur yang bervariasi mulai dari 5,4 meter hingga 21,36 meter.
Baca Juga: Cetak Sejarah di Luar Negeri! Gloria Widjaja Gandeng Pemain Andalan Singapura, Siap Debut di Indonesia Masters 2026
Di Kecamatan Tebet, dua jembatan dibangun di Kelurahan Tebet Barat, yaitu JAK Staff 3 dengan bentangan 9,22 meter dan JAK Staff 7 dengan bentangan 9,76 meter. Sementara di Kecamatan Pancoran, pembangunan difokuskan di Kelurahan Pengadegan melalui JAK Pengadegan 3 dan JAK Pengadegan 12.
Kecamatan Pesanggrahan menjadi wilayah dengan jumlah JAK terbanyak, yaitu tiga unit yang meliputi JAK H Jali di Kelurahan Petukangan Utara, JAK Bulak Sari di Kelurahan Pesanggrahan, serta JAK Melati 3 di Kelurahan Ulujami.
Di Kecamatan Kebayoran Lama, JAK dibangun di dua kelurahan berbeda: JAK Pulo Mawar di Kelurahan Grogol Utara dan JAK Jati Indah di Kelurahan Pondok Pinang. Sedangkan di Kecamatan Kebayoran Baru, JAK Gang Mulia berlokasi di Kelurahan Kramat Pela.
Luas permukaan jembatan juga disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan kebutuhan akses masyarakat setempat, dengan rentang antara 10,14 meter persegi hingga 30,97 meter persegi.
Baca Juga: Loud Budgeting: Seni Berani Berhemat demi Masa Depan
Rifki menambahkan bahwa pada tahun 2026, pihaknya akan terus mengoptimalkan penataan serta pembangunan JAK baru sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk menjaga konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, dan mendukung mobilitas warga di kawasan Jakarta Selatan.
"Mudah-mudahan jembatan yang telah dibangun ini dapat memberikan manfaat bagi warga. Selain meningkatkan aksesibilitas, juga dapat menambah nilai estetika lingkungan," pungkasnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
