Kendaraan bermotor terjebak kemacetan lalu lintas di ruas Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta, Kamis (21/8/2025). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com-Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta bersama Kementerian Pekerjaan Umum resmi melakukan uji coba rekayasa lalu lintas di Jalan TB Simatupang – Jalan RA Kartini, tepatnya pada segmen Simpang Susun Antasari – Simpang Lebak Bulus, Jakarta Selatan.
Uji coba ini berlangsung mulai Senin (15/9) hingga Jumat (19/9), setiap pukul 17.00–20.00 WIB.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah DKI Jakarta Yusa Cahya Permana menilai kemacetan di TB Simatupang tidak bisa diselesaikan dengan satu kebijakan semata.
"Untuk perihal macet TB Simatupang ini seperti saya selalu jelaskan jika ditanya sebenarnya masalahnya kompleks," ungkap Yusa kepada JawaPos.com, Senin (15/9).
Ia menjelaskan ada sejumlah faktor penyebab macet horor di TB Simatupang di antaranya:
Yusa menegaskan, kebijakan rekayasa lalu lintas sebaiknya disertai kajian ilmiah yang jelas agar publik lebih mudah memahami.
"Untuk efektifitas kami pun tidak mendapat kajian detailnya. Tapi sudah saatnya pemerintah dalam menjelaskan kebijakan didukung data analisis keilmuan yang dapat diterima dan dipahami publik," tegasnya.
Menurut Yusa, kini sudah banyak model lalu lintas makro dan mikro yang bisa digunakan untuk memprediksi dampak manajemen lalu lintas, termasuk efek ke jalan alternatif.
Sebab, dengan kemacetan disana, masyarakat akan mencari jalan alternatif lainnya. Artinya, kemacetan disana juga akan berdampak lainnya dengan ruas jalan lainnya.
"Efektivitas riil pada akhirnya harus melihat saat implementasi. Biasanya kalau pakai ilmu pendekatan nanti perlu adjustment di lapangan. Makin banyak faktor kira-kira karena faktor tak terkontrolnya ya nanti adjustment makin banyak," jelasnya.
Sebelumnya, Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, rekayasa lalu-lintas dilakukan untuk mengurangi konflik lalu lintas dan menekan kemacetan.
"Uji coba rekayasa lalu lintas ini untuk mendukung upaya penanganan dampak kemacetan serta mengurangi konflik lalu lintas mulai dari Simpang Susun Antasari sampai dengan Simpang Lebak Bulus," ujar Syafrin.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
