
Ketua Umum LBH Pijar Madsanih Manong. (Istimewa)
JawaPos.com–Ketua Umum LBH Pijar Madsanih Manong mengkritik Surat Keputusan (SK) Gubernur DKI Jakarta Nomor 854/2024 tentang Penetapan Dewan Kota/Dewan Kabupaten Periode 2024-2029. Pasalnya, diduga terjadi manipulasi nilai peserta seleksi Dewan Kota di Jakarta Barat.
Dari beberapa sumber yang ramai diberitakan, ada kejanggalan pada hasil seleksi. Peserta dengan nilai terendah diumumkan sebagai peraih nilai tertinggi. Madsanih menilai, hal itu merusak dan mencederai integritas proses seleksi.
”Dari informasi yang beredar, ada kejanggalan pada hasil seleksi. Peserta dengan nilai terendah diumumkan sebagai peraih nilai tertinggi. Jika dugaan ini benar, maka integritas sistem seleksi menjadi hancur,” ujar Madsanih.
Dia mengatakan, transparansi adalah kunci untuk memastikan kredibilitas Dewan Kota/Dewan Kabupaten yang terpilih mampu memenuhi ekspektasi warga Jakarta Barat. Dia mendesak Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto dan Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi untuk segera menjelaskan kepada publik terkait hal ini.
”Jika tidak dijelaskan, potensi gugatan masyarakat bisa menjadi bom waktu,” tegas Madsanih.
Uci Sanusih, calon Dewan Kota dari Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, sebelumnya juga mengungkapkan hal serupa. Dia mempertanyakan transparansi dalam proses seleksi dan pelantikan yang tertunda tanpa kejelasan hukum.
”Saya menganggap di pemilihan Dekot Jakbar tidak transparan, karena sesuai surat edaran (SE) Sekretaris Daerah (Sekda) pada Oktober sudah ada penetapan dan berlanjut ke pelantikan. Namun yang ada mundur pada Desember,” kata Uci.
Uci, bersama enam kuasa hukumnya, berencana melayangkan surat keberatan kepada Wali Kota Jakarta Barat, Gubernur DKI Jakarta, dan DPRD. Dia juga mengkritik sikap tertutupnya Pansel terkait hasil nilai seleksi.
”Kita tidak pernah tahu hasil nilai itu seperti apa. Seharusnya pansel sendiri memberitahukan, agar para calon bisa mengetahui berapa nilainya, karena merekrut pejabat publik itu harus transparan, terkait figurnya, cara kerjanya, dan pasti itu ada catatannya,” jelas Uci.
