Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 12 Desember 2024 | 17.03 WIB

Dishub Kota Bogor tingkatkan kelancaran lalu lintas libur Nataru, Bus Bakal Dilarang Masuk Jalur Alternatif Puncak

Ilustrasi Tugu Kujang di pusat Kota Bogor. (Shabrina Zakaria/Antara) - Image

Ilustrasi Tugu Kujang di pusat Kota Bogor. (Shabrina Zakaria/Antara)

JawaPos.com–Dinas Perhubungan Kota Bogor berkoordinasi dengan Satlantas Kepolisian Bogor meningkatkan pengaturan kelancaran dan pengamanan lalu lintas. Hal itu sebagai antisipasi kemacetan menjelang libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025, yang diprediksi terjadi lonjakan kunjungan wisatawan.

Kepala Dishub Marse Hendra Saputra mengatakan, telah membahas pengaturan dan pembagian personel, hingga persiapan armada, dikoordinasikan bersama Satlantas Polresta Bogor Kota. Pos-pos penjagaan kelancaran dan pengamanan lalu lintas diaktifkan kembali.

”Diperkirakan wisatawan akan mulai berdatangan ke Kota Bogor mulai 21 Desember dan akan memuncak hingg akhir tahun. Liburan sekolah di Kota Bogor mulai 21 Desember 2024 hingga 5 Januari 2025,” terang Marse Hendra Saputra seperti dilansir dari Antara.

Marse menyebutkan, pada hari biasa, jumlah rata-rata kendaraan yang masuk ke Kota Bogor sekitar 12 ribu hingga 15 ribu unit. Sedangkan pada masa libur Natal dan Tahun Baru diprediksi mencapai 22 ribu.

”Prioritas penguatan di pintu masuk Kebun Raya Bogor, selain di sejumlah tempat tujuan wisata lainnya,” papar Marse Hendra Saputra.

Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor siapkan aturan larangan untuk kendaraan bus memasuki jalur alternatif di kawasan wisata Puncak selama perayaan Natal dan Tahun Baru. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor Dadang Kosasih mengungkapkan, aturan tersebut sedang dimatangkan bersama para pemangku kepentingan dan segera diputuskan melalui forum pertemuan.

”Aturannya diforumkan dulu, semoga semuanya sepakat bahwa mobil yang besar tidak boleh lewat jalan alternatif,” kata Dadang.

Dia menjelaskan peraturan tersebut disusun menyusul maraknya kecelakaan kendaraan besar di jalur alternatif Puncak karena kondisi lebar jalan yang sempit dan curam.

”Kami berharap semua bus tidak diperbolehkan untuk masuk (ke jalur alternatif Puncak) kecuali kendaraan yang 3/4, kami lihat dulu hasil forum itu seperti apa,” tutur Dadang Kosasih.

Dalam empat bulan terakhir ada dua bus wisatawan yang terperosok di jalur alternatif Puncak Bogor. Puluhan orang pun menjadi korban akibat peristiwa itu,  satu orang tewas, dua luka berat, 24 luka ringan, dan 25 orang lainnya mengalami trauma.

Dadang menjelaskan, setelah peraturan tersebut disepakati dalam forum, Dishub Kabupaten Bogor segera melakukan sosialisasi dengan memasang sejumlah spanduk pemberitahuan.

Pemkab juga membangun enam posko gabungan untuk pengamanan perayaan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di kawasan wisata Puncak. Dadang mengungkapkan enam posko tersebut diisi personel gabungan termasuk dari Dinas Perhubungan.

”Dilaksanakan mulai H-7 perayaan Natal sampai perayaan Tahun Baru,” ucap Dadang.

Dinas Perhubungan Kabupaten Bogor menyiagakan 360 personel untuk bertugas secara bergantian di enam posko pengamanan tersebut. Salah satu tugasnya melakukan ramp check kepada angkutan-angkutan massal.

”Jadi untuk kesiapan terkait dengan nataru, kita mengerahkan anggota sekitar 360 personel dibagi di beberapa titik,” terang Dadang Kosasih.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore