Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 30 Oktober 2024 | 17.15 WIB

Guyonan Suswono soal Janda Kaya Dinilai Hanya Masalah Kepatutan, Bukan Penistaan Agama

Tangkapan layar video permintaan maaf dari calon wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Suswono di instagram pribadinya. (ANTARA) - Image

Tangkapan layar video permintaan maaf dari calon wakil Gubernur Jakarta nomor urut 1 Suswono di instagram pribadinya. (ANTARA)

JawaPos.com - Dewan Penasehat Persatuan Advokat Betawi (PADI) Ramdan Alamsyah menilai tidak ada unsur penistaan agama terkait pernyataan calon wakil gubernur Jakarta Suswono soal janda kaya layak menikah pengangguran. Baginya, kasus ini tidak perlu masuk ke ranah hukum.
 
Ramdan mengajak semua kalangan untuk melihat konteks pembicaraan yang disampaikan Suswono. Dia melihat, tidak ada pelanggaran hukum yang dilakukan Suswono terkait ucapan tersebut. 
 
“Enggak ada masalah hukumnya itu apalagi sampai dianggap penistaan agama. Terlalu jauh, ini hanya soal kepantasan dan kepatutan saja, tidak pas ada candaan soal janda,” ucap Ramdan saat dihubungi, Rabu (30/10).  
 
 
Terkait dugaan adanya bentuk penistaan terhadap nabi Muhammad, pun dibantah olrh Ramdan. Dia menilai sepanjang pengamatannya, tidak ada ucapan Suswono yang menjurus ke arah sana.  
 
“Saya lihat dari videonya tidak ada maksud itu, Pak Suswono juga tidak ada kalimat yang menyamakan Rasulullah kepada pengangguran, enggak ada di situ. Jadi penistaannya dimana?,” jelasnya.
 
Ramdan pun mengimbau kepada semua pihak tidak semakin memperkeruh suasana dengan terus menyebar narasi kebencian. Serta tidak menebar politik identitas di tengah Pilkada Jakarta.
 
“Apalagi beliau (Suswono) sudah minta maaf. Jadi enggak perlu ada tindakan hukum lebih lanjut, tapi kami menghargai tindakan masyarakat yang menegur dengan cara melaporkan, itu bagian dari kontrol sosial,” ucap dia. 
 
Sementara itu, Aliansi Santri Jakarta (Alaska) juga ikut membelas Suswono. Menurut Ketua Umum Alaska, Abdul Azis, tak ada yang salah yang diucapkan oleh Suswono dan tak perlu dibesar-besarkan.
 
 
"Saya pikir tidak berlebihan dan ini kan hanya himbauan, terus salah nya dimana? Himbauan dan sekedar saran saja dan enggak perlu di perbesar dan gak perlu melebar lah,” ungkap Abdul Azis.
 
Mantan Ketua GP Ansor DKI ini mengatakan, memang benar Rasulullah dulu menikahi Siti Khadijah pada saat berstatus janda kaya dan membantu dakwah Rasulullah. 
 
“Jika Pak Suswono itu menghimbau demikian salah nya dimana? Itu pun jika janda kaya-nya mau, kan enggak salah dong, dan beliau juga sudah minta maaf kan,” pungkas Azis. 
 
Sebelumnya, Suswono menegaskan bahwa polemik terkait pernyataannya soal janda nikahi pemuda pengangguran, bukan merupakan program Ridwan Kamil-Suswono di Pilgub Jakarta 2024. 
 
Ia mengatakan bahwa pernyataannya itu hanyalah kelakar atau guyonan, menyambung perkataan yang didengarnya dalam acara deklarasi dukungan dari Bang Japar. ”Saya tegaskan bahwa hal itu bukan bagian dari program RIDO," ujar Suswono dalam keterangannya, Selasa (29/10).
 
Politisi PKS itu menegaskan bahwa RIDO berkomitemen pada pemberdayaan kelompok rentan, termasuk janda yang kurang mampu. "Kami berkomitmen pada program pemberdayaan kelompok lemah dan rentan," pungkasnya. 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore