Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 April 2023 | 22.47 WIB

Komunikasi David Terlihat Lancar, tapi Ternyata Masih Banyak Nggak Nyambungnya

PERKEMBANGAN POSITIF: Cristalino David Ozora sekembalinya dari latihan di ruang fisioterapi menuju ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta (1/4). Itu latihan pertama David di ruang fisioterapi. - Image

PERKEMBANGAN POSITIF: Cristalino David Ozora sekembalinya dari latihan di ruang fisioterapi menuju ruang ICU Rumah Sakit Mayapada, Kuningan, Jakarta (1/4). Itu latihan pertama David di ruang fisioterapi.

JawaPos.com - Cristalino David Ozora memang tampak sudah dapat berkomunikasi dengan baik di depan kamera. Namun, menurut perwakilan keluarga David, Alto Luger, sebenarnya komunikasi yang dijalin dengan keponakannya itu lebih banyak tidak nyambungnya.

"Iya memang kalau dibanding beberapa minggu lalu itu saat ini lebih lancar (komunikasinya). Cuma masih banyak yang belum nyambungnya," kata Alto saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (11/4).

Hal itu menurutnya lantaran penyebab penganiayaan yang menimpa David dengan adanya masalah pada bagian kepala anak SMA tersebut. Diketahui bahwa David disebut mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI).

"Jadi ada pernyataan-pernyataan dia yang nggak sinkron dengan apa yang terjadi sekarang. Jadi misalnya dia ditanyain 'Kamu tau ada di sini?'. Dia bilang dia nggak tau kenapa ada di sini," jelasnya.

"Kemudian misalnya soal berhitung, ditanyain 5+5 berapa itu, dia jawabnya 3. Kemudian ada beberapa sih," pungkas Alto.

Sebelumnya, Cristalino David Ozora, korban penganiayaan brutal oleh Mario Dandy Satriyo dinyatakan mengalami Diffuse Axonal Injury (DAI). Hal itu disampaikan ayah David, Jonathan Latumahina.

Jonathan menjelaskan bahwa efek dari DAI ini adalah membuat pengidapnya akan mengalami penurunan kualitas hidup dan cacat permanen. DAI ini sendiri merupakan salah satu kerusakan pada saraf.

"Efek dari DAI adalah penurunan kualitas hidup dan cacat permanen," ujarnya dalam unggahan di Twitter resminya, Kamis (30/3).

Penyebabnya, ia mengatakan bahwa otak pengidap DAI mengalami trauma berat yang membuat otak mengalami pergeseran ekstrem. Hal itu membuat serabut-serabut saraf atau akson pecah.

"David alami ini dan koma," kata pengurus GP Anshor itu.

Adapun tugas dari akson yang ada di dalam otak itu, ada jutaan jumlahnya yang seperti kabel. Tugasnya adalah untuk komunikasi antar-saraf.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore