
Fatir Arya Adinata, 12, siswa SDN 09 Jatimulya yang menjadi korban bullying alias perundungan oleh teman sekelasnya meninggal dunia.
JawaPos.com - Nasib pilu dialami Diana Novita. Sang buah hati, Fatir Arya Adinata, 12, yang sempat menjadi korban bullying (perundungan) menghembuskan napas terakhir di RS Hermina, Bekasi, pada Kamis (7/12).
Betapa tidak, ketika jadi korban, Fatir Arya Adinata harus menjalani operasi amputasi akibat bullying yang dilakukan temannya di sekolah, SDN 09 Jatimulya, Kabupaten Bekasi, beberapa waktu lalu. Fatir pun harus menjalani perawatan di rumah sakit.
"Iya, benar. Mohon doanya. Fatir meninggal dunia hari ini (Kamis) pukul 02.25 WIB di Rumah Sakit Hermina Bekasi," kata Mila Ayu Dewata Sari, kuasa hukum keluargaFatir, sebagaimana dilansir Antara, Jumat (8/12).
Mila Ayu Dewata Sari menceritakan kronologi perjuangan Fatir. Semula, Fatir mengalami penurunan kesehatan hingga kesulitan bernapas di rumah. Lantas, dia dibawa ke Rumah Sakit Multazam Medika, Bekasi.
"Hasil pemeriksaan paru-paru Fatir menunjukkan adanya cairan, sehingga dia dirujuk ke Rumah Sakit Dharmais Jakarta untuk tindakan lebih lanjut," ujar Mila.
Baca Juga: Siswa SD di Tambun Alami Bullying Hingga Kaki Diamputasi. Wali Kelas: Itu Cuma Bercanda, Udah Biasa
Setelah beberapa tindakan medis, Fatir akhirnya diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik. Akan tetapi, Fatir kembali masuk ruang perawatan di RS Hermina karena kesulitan bernapas untuk yang kedua kalinya.
"Hari Rabu kemarin, Fatir kembali mengalami kesulitan bernapas hingga akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Hermina Bekasi. Lantas Fatir dinyatakan meninggal dunia pada Kamis dini hari," tambah Mila.
Mila Ayu berharap agar kejadian itu dapat diambil sebagai hikmah dan pelajaran berharga tentang bagaimana tindakan perundungan dapat berdampak berbahaya pada korban.
Pasalnya, Fatir sebelumnya menjadi korban bullying di sekolah pada Februari 2023.
Setelah kejadian itu, Fatir menyembunyikan rasa sakitnya dari orang tuanya. Lantas dampak dari perundungan itu menyebabkan sakit fisik, cacat, dan kematian. "Semoga kejadian ini menjadi yang terakhir, dan kedepannya tidak ada lagi kejadian serupa terulang."
"Mari bersama-sama kita perang melawan perundungan, setiap masyarakat memiliki peran untuk mencegah terjadinya kasus seperti ini," ujarnya.
Untuk diketahui, Diana Novita, ibu Fatir, baru menyadari anaknya jadi korban bullying setelah beberapa hari anaknya mengeluh sakit. Ketika Fatir sedang sakit, Diana melihat adanya luka memar di kaki anaknya.
Lalu Diana meminta anaknya menceritakan kejadian sebenarnya. Beberapa hari setelah itu, luka memar di kaki Fatir malah semakin parah. Diketahui kemudian bahwa akibat dari kejadian tersebut, Fatir Arya Adinata ternyata menderita penyakit kanker tulang.
Sebagai hasil dari penanganan medis, salah satu kakinya harus menjalani operasi amputasi di Rumah Sakit Dharmais Jakarta.
Keluarga juga melaporkan kasus perundungan ini ke Polres Metro Bekasi. Polisi telah menetapkan satu tersangka dalam kasus perundungan tersebut.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
