Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 26 Agustus 2026 | 00.20 WIB

Makna Peringatan Maulid Nabi Muhammad, Ada Banyak Teladan yang Bisa Dicontoh dari Rasulullah

Ilustrasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW/Magnific - Image

Ilustrasi peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW/Magnific

JawaPos.com-Maulid Nabi Muhammad yang diperingati setiap 12 Rabiul Awal menjadi momentum penting bagi umat Islam. 

Tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah dipercaya sebagai waktu kelahiran Nabi Muhammad SAW, sosok yang membawa ajaran Islam di tengah masyarakat jahiliyah sampai kemudian agama Islam berkembang pesat dan tersebar luas sampai sekarang ini. 

Di Indonesia sendiri, setiap tanggal 12 Rabiul Awal biasanya diisi dengan berbagai kegiatan keagamaan terutama yang berlangsung di masjid ataupun maupun di surau-surau. 

Berbagai kegiatan tersebut meliputi pengajian, membaca al-quran, memperbanyak shalawat, dzikir dan doa bersama, berbagai makanan, memberikan santunan kepada anak yatim, sampai memberikan pelajaran agama islam melalui sirah Nabi.

Peringatan Maulid Nabi ini tidak hanya menjadi acara seremonial semata, lebih dari itu, momentum ini diharapkan dapat menjadi sarana pembelajaran untuk mengenang perjuangan sekaligus mengambil berbagai teladan dari kehidupan Nabi Muhammad SAW.

Dilansir dari laman Kemenag dan Baznas, berikut beberapa teladan dan makna yang bisa diambil dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. 

Pembacaan sirah-sirah nabi serta ceramah di agenda Maulid Nabi menjadi sarana untuk mempelajari kehidupan Rasulullah SAW yang penuh dengan teladan. Perjalanan hidup beliau yang penuh keteguhan dalam  membawa agama Islam, diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta terhadap beliau yang kemudian diwujudkan melalui perbuatan dan mengikuti sunnahnya.

Perjalanan hidup Nabi Muhammad SAW yang dipenuhi berbagai tantangan dapat menjadi pelajaran agar kita untuk tidak mudah menyerah saat menghadapi berbagai cobaan. Nabi Muhammad SAW terus berusaha menjalankan kewajibannya dalam berdakwah sampai agama islam dapat tersebar secara luas.  

Peringatan maulid nabi seringkali diisi dengan lantunan shalawat. Membawa shalawat kepada nabi ini sebagai bentuk pembiasaan sekaligus salah satu wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Ahzab:56 yang berbunyi “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya”. 

Nabi Muhammad dikenal sebagai suri tauladan yang baik. Oleh karena itu, momen memperingati kelahiran beliau dapat menjadi kesempatan untuk mengenang sekaligus mencontoh berbagai akhlak mulia, seperti kejujuran, rendah hati, penyayang, amanah, dan sabar. Nilai-nilai tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik dalam pertemanan, keluarga, pekerjaan, maupun lingkungan sekitar.  

Editor: Setyo Adi Nugroho
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore