Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Juni 2026 | 17.39 WIB

7 Perbedaan Kurban dan Aqiqah yang Masih Sering Membingungkan Banyak Orang

Muslim prayers in Tashahhud postureUmat Muslim berdoa menyambut Idul Adha dengan tata cara ibadah yang tepat (freepik). - Image

Muslim prayers in Tashahhud postureUmat Muslim berdoa menyambut Idul Adha dengan tata cara ibadah yang tepat (freepik).

JawaPos.com - Umat Muslim memiliki berbagai bentuk ibadah penyembelihan hewan yang penuh makna. Salah satu momen yang paling dinantikan setiap tahun adalah perayaan Idul Adha di seluruh dunia. Namun, selain ibadah tersebut, ada juga syariat lain yang sering disebut dengan aqiqah.

Mengenal 7 Perbedaan Kurban dan Aqiqah yang Masih Sering Membingungkan Banyak Orang sangatlah penting bagi masyarakat. Pemahaman yang tepat akan membantu setiap orang melaksanakan ibadah dengan niat yang lurus. Hal ini juga bertujuan agar tidak terjadi kekeliruan dalam mempersiapkan hewan sembelihan.

Kedua ibadah ini memiliki aturan masing-masing yang telah diatur dalam syariat Islam. Melalui pembahasan Idul Adha dan 7 Perbedaan Kurban dan Aqiqah yang Masih Sering Membingungkan Banyak Orang ini, semua hal menjadi lebih jelas. Informasi dasar mengenai kedua amalan ini dilansir dari Muslim Pro, Senin (31/8).

Tujuan Utama Pelaksanaan Ibadah

Aqiqah dan kurban memiliki latar belakang tujuan yang sama sekali tidak sama. Aqiqah dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur orang tua atas kelahiran seorang bayi. Ibadah ini juga menjadi momen menyambut kehadiran sang anak di tengah masyarakat.

Di sisi lain, ibadah kurban memiliki sejarah dan esensi yang berbeda. Pelaksanaan kurban bertujuan untuk menghormati tingkat kepatuhan yang ditunjukkan oleh Nabi Ibrahim (AS). Melalui ibadah ini, umat Muslim diingatkan untuk selalu taat kepada perintah Allah.

Kedua bentuk ibadah ini dilansir dari Muslim Pro sama-sama bertujuan meningkatkan iman. Setiap pelaksanaan sembelihan juga mengandung unsur sosial bagi lingkungan sekitar. Oleh karena itu, niat di dalam hati harus dipasang dengan benar sejak awal.

“Setiap anak terikat dalam aqiqahnya, yang dikorbankan untuknya pada hari ketujuh, dan kepalanya dicukur, serta diberi nama.”— Nabi Muhammad ﷺ, Imam Ibn Majah

“Wahai anakku, sesungguhnya aku telah melihat dalam mimpi bahwa aku harus mengorbankanmu, maka lihatlah apa yang kau pikirkan.”— Nabi Ibrahim (AS), Surah As-Saffat Ayat 102

Waktu Spesifik Penyembelihan Hewan

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore