
Sekjen Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini memberikan sambutan dalam peluncuran aplikasi Mahabbah. (Dokumentasi Jatma Aswaja)
JawaPos.com - Kemajuan teknologi digital ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi bisa dimanfaatkan untuk kegiatan positif, seperti syiar agama. Di sisi lain bisa jadi tempat kejahatan, seperti belakangan viral grup Facebook bernama Fantasi Sedarah.
Jamiyah Ahlith Thariqah Al Mutabaroh Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) berupaya memanfaatkan teknologi digital untuk syiar agama. Melalui aplikasi bernama Mahabbah, mereka berupaya mengisi ruang digital dengan nilai-nilai spiritual tarekat. Serta penahaman agama yang moderat dan menjaga harmoni bangsa.
Aplikasi Mahabbah itu dikenalkan ke publik pada pengajian Kliwonan di Pekalongan pada Jumat (23/5) malam. Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja Helmy Faishal Zaini mengatakan, aplikasi Mahabbah diluncurkan sebagai bagian dari strategi dakwah digital. Strategi dakwah yang sejalan dengan misi Jatma Aswaja dalam meneguhkan moderasi beragama dan menjaga harmoni kebangsaan.
“Teknologi harus dimanfaatkan untuk mendekatkan umat kepada nilai-nilai ketuhanan," kata Helmy dalam keterangannya Sabtu (24/5). Bukan sebaliknya, menjauhkan umat dengan ketuhanan.
Dia mengatakan Mahabbah adalah manifestasi dari jihad intelektual dan spiritual dalam era digital. Harapannya dengan akses aplikasi Mahabbah ini, pelaku jalan tarekat semakin dekat dengan Allah, Rasulullah dan para mursyid tarekat.
Saat ini, aplikasi Mahabbah menawarkan beragam fitur yang menjadi sarana untuk lebih mengenal tentang manfaat tarekat dalam keseharian. Diantaranya fitur streaming majelis dzikir dan shalawat, koleksi wirid dan doa harian. Disusun berdasarkan sanad ulama thariqah al mu'tabarah.
Ada juga fitur Kajian Aswaja dan nasihat ulama, yang memperkuat pemahaman keagamaan yang moderat dan rahmatan lil ‘alamin. Selain itu ada juga fitur forum silaturahmi antar santri dan alumni yang bertujuan untuk mempererat ukhuwah dan memperluas jaringan kebaikan jaringan santri di seluruh dunia.
Helmy menegaskan, sambutan yang positif dari publik menjadi penyemangat bagi mereka. Khususnya untuk terus mengembangkan aplikasi Mahabbah yang sesuai dengan kebutuhan spiritual umat dan bangsa.
“Ribuan user aktif diawal peluncuran ini sebagai tanda bahwa inovasi Jatma Aswaja, melalui aplikasi Mahabbah diterima dengan baik. Ini bagian dari rasa syukur kita bersama untuk terus menyiarkan nilai-nilai kebaikan dalam ajaran tarekat yang dicontohkan para mursyid,” jelas Helmy.
Mahabbah sendiri berarti kasih sayang. Menjadi bukti nyata bahwa ruang digital yang diisi dengan rasa kasih sayang dan cinta kasih. Supaya bisa menjadi detoks bagi manusia di tengah banjir informasi yang datang silih berganti.
"Aplikasi Mahabbah bukan sekadar platform digital," tegasnya. Tetapi adalah wasilah (jembatan) untuk menghidupkan kembali ruh spiritualitas Ahlussunnah wal Jama’ah dalam kehidupan modern. Di dalamnya ada cinta kepada Allah, Rasulullah, dan para Ulama dan Aulia tak lekang oleh zaman. (wan)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
