Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 Desember 2018 | 00.25 WIB

Dubes Tiongkok: Tak Ada Pembatasan Turis Kunjungi Xinjiang

Muslim Uighur kebanyakan tinggal di Xinjiang, Tiongkok - Image

Muslim Uighur kebanyakan tinggal di Xinjiang, Tiongkok

JawaPos.com - Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian mendatangi kantor Pusat Pimpinan Muhammadiyah, Menteng, Jakarta Pusat. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti mengatakan, ada tiga hal yang dibicarakan, khususnya terkait Muslim Uighur.


"Pertama, tentang situasi yang terjadi di Xinjiang, khususnya terkait berita-berita yang beredar luas di masyarakat melalui media sosial tentang keadaan masyarakat Muslim Uighur," katanya di Kantor Pusat Dakwah Muhammadiyah pada Jumat (28/12).


Selanjutnya mengenai persoalan investasi Tiongkok dan tenaga kerja Tiongkok di Indonesia yang berlangsung terbuka. Terakhir adalah bagaimana meningkatkan dan membangun hubungan kerja sama antara masyarakat Indonesia dan Tiongkok.


Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Muhammadiyah dan jajarannya memberikan masukan mengenai keadaan yang berlangsung di Xinjiang pada pertemuan tersebut. Supaya, masyarakat khususnya di Indonesia mengetahuinya secara terbuka.


"Kami memberi masukan, tapi tetap menghormati politik dalam negeri Tiongkok dan kedaulatan yang menjadi bingkai dari tata dunia yang diakui PBB," kata Haedar.


"Kami memberi masukan untuk selain memberi penjelasan apa adanya, juga menjadikan xinjiang terbuka untuk diketahui dan menjadi tempat secara internasional orang bisa berkunjung," tambahnya.


Menanggapi usulan tersebut, Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian menegaskan tidak ada pembatasan wisatawan atau turis internasional untuk datang. Dia mengatakan pada tahun lalu, ada 100 juta wisatawan domestik maupun luar yang berkunjung ke Xinjiang.


"Semua bisa kesana tak ada masalah membatasi. Beberapa tahun lalu pada 2016 ketua umum PBNU Said Aqil sempat ke Xinjiang. Sekarang, Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun juga sedang berada di sana," tambahnya.


Sebelumnya, beredar kabar bahwa ada aksi kekerasan terhadap Muslim Uighur di Tiongkok. Salah satu reaksi keras juga dilakukan oleh masyarakat Indonesia yang meminta kebebasan beragama di Tiongkok.


Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore