Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 22 Juli 2026 | 03.47 WIB

Laporan Ungkap Stok Rudal AS Menipis, Washington Tak Cukup Senjata untuk Perang Berkepanjangan Melawan Iran 

Ilustrasi rudal Tomahawk AS. (Apa). - Image

Ilustrasi rudal Tomahawk AS. (Apa).

JawaPos.com - Persediaan rudal Amerika Serikat (AS) dilaporkan mulai menipis. Kondisi tersebut dikhawatirkan tidak cukup untuk menopang operasi militer berkepanjangan jika konflik dengan Iran meningkat menjadi perang skala penuh.

Kondisi ini muncul ketika Presiden Donald Trump tengah mempertimbangkan opsi militer yang lebih luas dan mengerahkan tambahan pesawat tempur ke kawasan Timur Tengah.

Kekhawatiran tersebut diungkapkan seorang pejabat senior AS yang mengetahui pembahasan internal pemerintahan. Menurutnya, stok amunisi strategis Washington saat ini berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.

"Kami tidak memiliki persediaan yang cukup untuk mempertahankan operasi secara aman, dan saya rasa Gedung Putih tidak menyadari hal itu," kata pejabat tersebut kepada The Washington Post.

Pernyataan itu memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana kesiapan militer Amerika Serikat apabila konflik dengan Iran terus meluas dan membutuhkan operasi dalam jangka waktu lama.

Persoalan ini disebut dipicu oleh besarnya penggunaan rudal dan amunisi presisi selama fase awal konflik yang dimulai pada 28 Februari. Dalam periode tersebut, militer AS mengerahkan berbagai sistem persenjataan canggih untuk mendukung operasi di kawasan.

Laporan analisis Center for Strategic and International Studies (CSIS) juga menunjukkan Amerika Serikat telah menghabiskan sebagian besar persediaan rudal pencegat THAAD dan Patriot, rudal jelajah Tomahawk, serta berbagai amunisi presisi lainnya.

Masalah berikutnya adalah kemampuan produksi yang belum mampu mengimbangi laju konsumsi persenjataan. CSIS memperkirakan Amerika membutuhkan waktu tiga tahun atau lebih untuk mengembalikan stok sejumlah sistem utama ke tingkat sebelum konflik.

Bahkan, untuk rudal jelajah Tomahawk, proses pemulihan persediaan diperkirakan baru bisa selesai sekitar 2030 atau setelahnya karena kapasitas produksi yang masih terbatas.

Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber: The Washington Post
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore