Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 11 Juli 2026 | 18.02 WIB

AS Ultimatum Iran Jelang Negosiasi di Oman: Buka Selat Hormuz atau Hadapi Konsekuensi

Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI) - Image

Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)

JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) memberikan syarat tegas kepada Iran menjelang putaran terbaru perundingan yang dijadwalkan berlangsung di Oman. Washington meminta Teheran secara terbuka menyatakan bahwa Selat Hormuz aman untuk pelayaran internasional sekaligus berjanji menghentikan penembakan terhadap kapal-kapal komersial.

Permintaan tersebut muncul setelah insiden penembakan terhadap sejumlah kapal dagang pekan ini yang dinilai Gedung Putih telah melanggar kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran yang ditandatangani pada Juni lalu.

Menurut sejumlah pejabat AS yang dikutip media Amerika Serikat, pesan tersebut telah disampaikan kepada pimpinan Iran melalui mediator kawasan. Washington menegaskan, keberhasilan negosiasi bergantung pada respons Teheran.

"Mereka akan memberi kami pernyataan itu atau kami tidak memiliki hasil yang baik untuk mereka," kata seorang pejabat AS yang dikutip Reuters.

Selain meminta jaminan keamanan pelayaran, Gedung Putih juga menginginkan Iran mengakui secara terbuka bahwa serangan terhadap kapal komersial merupakan sebuah kesalahan.

Iran Disebut Akui Penembakan Kapal sebagai Kesalahan

Laporan CBS News menyebutkan pejabat senior Iran secara tertutup telah mengakui kepada penasihat Presiden Donald Trump bahwa insiden penembakan kapal dagang merupakan sebuah kekeliruan. Namun, pemerintah Iran disebut menyalahkan kelompok garis keras yang bertindak di luar kendali pemerintah sebagai pihak yang bertanggung jawab.

Seorang pejabat AS mengatakan kepada CBS News bahwa Iran ingin melanjutkan proses diplomasi.

"Mereka (orang-orang Iran) kembali ke meja dan berkata, 'Kami mengacau. Kami membuat kesalahan. Mari kita terus berbicara'," kata pejabat tersebut.

Sementara itu, Teheran juga dikabarkan menyebut kelompok garis keras yang 'menyimpang' berupaya menggagalkan proses negosiasi dengan menyerang kapal-kapal komersial yang melintas di kawasan tersebut.

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore