Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2026 | 06.31 WIB

Zuckerberg Akui Laju AI Meta Melambat di Tengah Restrukturisasi Besar dan Taruhan Infrastruktur Raksasa

Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer (CEO) Meta./(Reuters) - Image

Mark Zuckerberg, Chief Executive Officer (CEO) Meta./(Reuters)

JawaPos.com — Ambisi Meta dalam membangun ekosistem kecerdasan buatan kembali mendapat sorotan setelah Chief Executive Officer (CEO) Mark Zuckerberg mengakui bahwa pengembangan AI agent di perusahaannya tidak berjalan secepat yang diperkirakan sebelumnya.

Pengakuan ini muncul di tengah fase restrukturisasi besar yang sedang mengubah arah kerja internal perusahaan teknologi raksasa tersebut.

Meta dalam beberapa bulan terakhir melakukan perombakan organisasi besar-besaran, termasuk pemangkasan sekitar 10 persen tenaga kerja global serta penempatan ulang sekitar 7.000 karyawan ke divisi kecerdasan buatan.

Keputusan tersebut sejak awal diposisikan sebagai strategi agresif untuk mempercepat transisi perusahaan menuju sistem kerja berbasis AI sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.

Namun, dalam sebuah rapat internal pada Kamis, Zuckerberg mengakui bahwa hasil dari perubahan tersebut belum sesuai harapan. “sistem yang dikenal sebagai agen kecerdasan buatan (AI agent) belum berkembang secepat yang dia perkirakan,” demikian dilaporkan Reuters, Jumat (3/7/2026).

AI agent sendiri merupakan sistem yang dirancang untuk menjalankan tugas secara otomatis atas nama pengguna, mulai dari pekerjaan administratif hingga proses teknis yang lebih kompleks.

Dalam pandangan Meta, teknologi ini menjadi salah satu fondasi penting dalam fase berikutnya dari perkembangan kecerdasan buatan.

Zuckerberg menilai bahwa dalam empat bulan terakhir, laju pengembangan teknologi tersebut tidak menunjukkan percepatan yang diharapkan.

Dia bahkan mengakui bahwa sejumlah asumsi awal perusahaan terlalu optimistis terhadap kesiapan teknologi dan kecepatan adaptasi organisasi internal.

Di sisi lain, dia juga menyoroti proses restrukturisasi yang dinilai belum berjalan seefisien target awal. Perubahan besar yang melibatkan pergeseran tim dan pemangkasan tenaga kerja itu, menurutnya, tidak sepenuhnya berjalan “bersih” seperti yang direncanakan, terutama dalam hal eksekusi dan penentuan waktu.

Editor: Hanny Suwindari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore