
Francisco “Lu Olo” Guterres menunjukkan jarinya yang telah diberi tinta usai memberikan suara dalam pemilihan presiden di Dili, Timor-Leste, 20 Maret 2017 / Foto: (AP News)
JawaPos.com — Timor-Leste kehilangan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah modernnya. Mantan Presiden Timor-Leste sekaligus pejuang kemerdekaan, Francisco Guterres, meninggal dunia pada usia 71 tahun.
Kepergian sosok yang dikenal luas dengan nama perjuangan “Lu Olo” itu menandai berakhirnya perjalanan panjang seorang pemimpin yang terlibat langsung dalam perjuangan bersenjata, proses transisi politik, hingga pembangunan institusi negara setelah kemerdekaan.
Kabar duka tersebut memicu gelombang penghormatan dari berbagai kalangan di dalam maupun luar negeri. Selama puluhan tahun, Guterres menjadi salah satu wajah utama perjuangan rakyat Timor-Leste untuk melepaskan diri dari pendudukan dan membangun negara yang berdaulat.
Perannya menjangkau berbagai fase penting sejarah, mulai dari masa perlawanan, penyusunan konstitusi, hingga masa kepemimpinannya sebagai kepala negara.
Dilansir dari AP News, Senin (22/6/2026), Francisco Guterres meninggal dunia pada Minggu (21/6) di Prince Court Medical Centre, Kuala Lumpur, Malaysia. Berdasarkan pernyataan keluarga yang disampaikan melalui akun Facebook resmi mendiang, Guterres meninggal setelah menjalani perawatan intensif. Hingga saat ini, penyebab kematiannya belum diumumkan kepada publik.
Ucapan belasungkawa segera berdatangan dari para pemimpin dan tokoh politik. Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyampaikan penghormatan atas jasa-jasa Guterres kepada rakyat Timor-Leste. Dalam pesannya, Anwar mengatakan, “Sepanjang hidupnya, ia tetap berkomitmen pada kebebasan rakyatnya dan pembangunan sebuah negara demokratis.” Pernyataan tersebut mencerminkan pengakuan regional terhadap peran penting Guterres dalam sejarah Asia Tenggara.
Partai politik Fretilin, yang selama bertahun-tahun dipimpin oleh Guterres, juga menyampaikan duka mendalam. Dalam pernyataannya, partai tersebut menyebut kematian Guterres sebagai kehilangan besar bagi seluruh pihak yang selama ini memperjuangkan terwujudnya negara yang merdeka, demokratis, dan berdaulat. Fretilin menyoroti dedikasinya sepanjang hayat terhadap perjuangan kemerdekaan serta kontribusinya dalam menjaga persatuan nasional, dialog politik, perdamaian, dan stabilitas negara.
Francisco Guterres lahir pada 7 September 1954 di Ossu, Distrik Viqueque, wilayah yang saat itu masih dikenal sebagai Timor Portugis. Namanya mulai dikenal luas ketika terlibat dalam gerakan perlawanan terhadap pendudukan Indonesia yang berlangsung dari 1975 hingga 1999. Sebagai komandan gerilya dan salah satu tokoh senior Fretilin, ia menjadi bagian penting dari perjuangan yang pada akhirnya membuka jalan menuju penentuan nasib sendiri bagi rakyat Timor-Leste.
Perubahan besar terjadi setelah referendum yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1999. Dalam masa transisi menuju kemerdekaan, Guterres memainkan peran politik yang semakin menonjol. Ia menjadi salah satu figur sentral yang membantu mengarahkan proses pembentukan negara baru, ketika Timor-Leste bersiap memasuki babak baru sebagai negara merdeka.
Pada 2001, Guterres dipercaya menjabat sebagai Presiden Majelis Konstituante yang bertugas menyusun konstitusi negara. Tugas tersebut menjadi fondasi penting bagi berdirinya sistem pemerintahan Timor-Leste. Setelah kemerdekaan resmi diraih pada 2002, ia kembali mencatat sejarah sebagai Ketua Parlemen Nasional pertama negara tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
