Ilustrasi bendera AS dan Iran. (kuwaittimes)
JawaPos.com - Amerika Serikat (AS) dan Iran dijadwalkan menandatangani kesepakatan damai pada Jumat mendatang dalam sebuah seremoni resmi di Jenewa, Swiss.
Perjanjian yang telah difinalisasi kedua pihak itu diyakini akan membuka kembali Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran minyak paling penting di dunia, sekaligus mengakhiri operasi militer yang selama ini memicu ketegangan kawasan.
Kabar tersebut diumumkan langsung oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyatakan bahwa kesepakatan dengan Republik Islam Iran telah rampung dan tinggal menunggu proses penandatanganan resmi.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai. Selamat untuk semua," tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump sebelumnya juga mengumumkan otorisasi pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade angkatan laut Amerika Serikat. Namun dalam pernyataan lanjutan, ia menjelaskan bahwa implementasi penuh kesepakatan tersebut akan dilakukan setelah penandatanganan resmi pada Jumat.
"This great deal will bring peace and security to the whole region," kata Trump.
Penandatanganan kesepakatan damai ini mendapat perhatian luas karena berkaitan langsung dengan masa depan Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan pasar energi global.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
