
Ilustrasi armada angkatan laut Iran berpatroli di Selat Hormuz dengan kapal tanker minyak melintas di kejauhan. (Gemini AI)
JawaPos.com - Di balik klaim tercapainya teks final perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, sejumlah poin krusial yang menjadi inti negosiasi mulai terungkap. Program nuklir Iran, pembukaan kembali Selat Hormuz, hingga pencabutan sanksi ekonomi menjadi isu utama yang menentukan masa depan kawasan Timur Tengah.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan kesepakatan awal yang sedang disiapkan bertujuan mengakhiri perang 'di semua front, termasuk Lebanon'.
Namun, persoalan paling sensitif yakni program nuklir Iran belum sepenuhnya diselesaikan. Menurut Araghchi, pembahasan teknis mengenai fasilitas nuklir akan dilakukan dalam waktu 60 hari setelah perjanjian penghentian perang ditandatangani.
Ia menegaskan bahwa kedua pihak masih memiliki opsi untuk memperpanjang tenggat waktu tersebut apabila diperlukan.
Program nuklir Iran selama ini menjadi sumber utama ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel.
Washington serta Tel Aviv khawatir aktivitas tersebut dapat mengarah pada pengembangan senjata nuklir, sementara Teheran terus menegaskan bahwa programnya semata-mata untuk tujuan damai.
Baca Juga:Suma UI Diserbu Netizen karena Kecam Kekerasan terhadap LGBTQ, Rektor UI Lakukan Investigasi
Seorang pejabat senior pemerintahan AS yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa rancangan kesepakatan saat ini mencakup proses penghancuran atau pemindahan uranium yang telah diperkaya oleh Iran.
Menurutnya, periode 60 hari pasca-penandatanganan akan digunakan untuk menyusun rincian teknis terkait pengelolaan uranium yang tersimpan di sejumlah fasilitas nuklir Iran yang sebelumnya menjadi sasaran serangan militer Amerika Serikat.
Selain isu nuklir, dilansir via AP News, perhatian dunia juga tertuju pada Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan minyak dan gas global.
Selama perang berlangsung, Iran menerapkan sistem pungutan terhadap kapal-kapal yang melintas di kawasan tersebut. Kebijakan itu menuai kritik dari Amerika Serikat dan sejumlah negara lain yang menilai langkah tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
