
Satya Nadella, CEO Microsoft. Foto: (The Guardian)
JawaPos.com — Dua raksasa teknologi global, Microsoft dan Meta, mengumumkan langkah besar pengurangan tenaga kerja secara serentak, menandai pergeseran strategi industri menuju efisiensi berbasis kecerdasan buatan (AI). Kebijakan ini mencerminkan dinamika global yang semakin menempatkan AI sebagai pusat produktivitas korporasi.
Meta menyatakan akan memangkas sekitar 10 persen dari total karyawannya atau hampir 8.000 orang, sekaligus menutup sekitar 6.000 posisi yang belum terisi. Sementara itu, Microsoft menawarkan skema pensiun sukarela kepada sekitar 7 persen tenaga kerjanya di Amerika Serikat dari total sekitar 125.000 karyawan.
Dilansir dari The Guardian, Jumat (24/4/2026), langkah ini diambil ketika kedua perusahaan meningkatkan belanja besar untuk AI dan mulai melihat teknologi tersebut memenuhi kebutuhan produktivitas internal. Dalam memo internal, Chief People Officer Meta, Janelle Gale, menegaskan bahwa pemangkasan ini bertujuan untuk “mengimbangi investasi lain yang sedang kami lakukan.”
Gale juga mengakui keputusan tersebut tidak mudah. “Ini bukanlah pertukaran yang mudah,” tulisnya, sembari menambahkan bahwa karyawan terdampak akan menerima paket pesangon yang layak. Namun, memo tersebut tidak secara eksplisit menyebut AI sebagai faktor utama.
Berbeda dengan Gale, CEO Meta Mark Zuckerberg secara terbuka mengaitkan efisiensi tenaga kerja dengan AI. Dalam paparan kinerja Januari, dia mengatakan, “Kami mulai melihat proyek yang sebelumnya membutuhkan tim besar kini dapat diselesaikan oleh satu individu yang sangat berbakat.”
Zuckerberg sebelumnya juga mengumumkan percepatan besar dalam investasi AI dengan anggaran antara 115 miliar dolar AS hingga 135 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 1.994 triliun hingga Rp 2.340 triliun (dengan kurs Rp 17.340 per dolar AS), hampir dua kali lipat belanja modal tahun sebelumnya.
Di sisi lain, Microsoft memperkirakan belanja infrastruktur AI mencapai 100 miliar dolar AS (sekitar Rp 1.734 triliun) dan kini direvisi analis menjadi 110–120 miliar dolar AS. CEO Satya Nadella menyatakan adopsi AI internal telah menghasilkan lonjakan produktivitas signifikan. “Kami masih berada di tahap awal difusi AI, dan Microsoft sudah membangun bisnis AI yang lebih besar dari beberapa lini bisnis utama kami,” ujarnya dalam rilis Januari.
Selain itu, Nadella mengungkapkan bahwa AI kini menangani sekitar 30 persen pekerjaan pengkodean di perusahaan. Pernyataan ini diperkuat oleh Chief AI Microsoft, Mustafa Suleyman, yang pada Februari mengatakan, “AI akan mampu menggantikan sebagian besar pekerjaan kerah putih dalam 12 hingga 18 bulan ke depan.”
Dalam proyeksi yang lebih agresif, Mark Zuckerberg bahkan memperkirakan perubahan yang lebih drastis. Dalam diskusi bersama Nadella, dia menyebut, “Perkiraan kami, dalam satu tahun ke depan, mungkin setengah dari pengembangan perangkat lunak akan dilakukan oleh AI, bukan manusia, dan itu akan terus meningkat.”
Fenomena ini juga memicu kekhawatiran luas di kalangan pekerja teknologi. Laporan internal yang diungkap Reuters menunjukkan Meta bahkan memasang perangkat lunak untuk merekam aktivitas karyawan—mulai dari pergerakan mouse hingga ketukan keyboard—sebagai data pelatihan AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Bali United FC vs Sabah FC di Dewata Challenge Series 2026: Serdadu Tridatu Berpesta!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
15 Kata Cristiano Ronaldo ke Lionel Messi Setelah sang Ayah Meninggal Dunia
Biaya Nany Widjaja untuk Lobi Pembelian Tanah Rp 50 M, Harga Tanah Hanya Rp 30 M
Bentrokan di USS Abraham Lincoln: 7 Prajurit Dilaporkan Tewas di Tengah Perang dengan Iran
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
