
Di tengah konflik Iran vs AS - Israel, sebanyak 7 ribu PMI asal Jawa Timur tercatat berada di kawasan Timur Tengah selama lima tahun terakhir. (Ilustrasi ChatGPT)
JawaPos.com - Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, menyatakan bahwa akal sehat akhirnya menjadi faktor utama di balik meredanya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam pernyataannya, Medvedev menilai konflik saat ini pada dasarnya hanya tertunda, dengan masing-masing pihak mengklaim keberhasilan.
"Jadi siapa yang menang? Pertama dan yang terpenting adalah akal sehat, yang sangat dirusak oleh pernyataan Gedung Putih tentang menghancurkan peradaban Iran dalam satu hari," kata Medvedev seperti dikutip dari Antara, Kamis (9/4).
Ia juga menyebut kesiapan AS untuk mempertimbangkan usulan rencana 10 poin sebagai capaian bagi Iran, meskipun masih belum pasti apakah Washington akan menyetujui seluruh isi proposal tersebut.
Medvedev mengingatkan bahwa pemerintah AS harus berhati-hati menjaga gencatan senjata yang masih rentan dengan Teheran, karena langkah lanjutan berpotensi memperkeruh keadaan.
Secara terpisah, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, turut menanggapi situasi tersebut. Ia menilai pendekatan serangan agresif tanpa dasar yang jelas pada akhirnya tidak berhasil.
Zakharova menggambarkan kondisi di Timur Tengah sebagai bukti bahwa strategi berbasis eskalasi dan kekerasan tidak efektif maupun berkelanjutan.
Menurutnya, sejak awal Rusia telah menyerukan penghentian tindakan agresif secepatnya, sambil menegaskan pentingnya solusi politik dan diplomatik melalui perundingan yang berlandaskan hukum internasional serta saling menghormati kepentingan semua pihak.
Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan, yang dicapai kurang dari dua jam sebelum tenggat waktu yang ditetapkan Presiden AS, Donald Trump. Kedua negara dijadwalkan memulai perundingan di Pakistan pada Jumat (10/4).
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022