Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (The Guardian)
JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian angkat bicara perihal adanya tawaran gencatan senjata dari sejumlah pihak yang menawarinya. Menurut Pezeshkian, satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah adalah dengan mengakui hak-hak Teheran, membayar ganti rugi, dan memberikan jaminan internasional bahwa agresi tidak akan terulang.
"Saat berbicara dengan pemimpin Rusia dan Pakistan, saya menegaskan kembali komitmen Iran terhadap perdamaian di kawasan ini," kata Pezeshkian di X dilansir dari Antara, Kamis (12/3).
"Satu-satunya cara untuk mengakhiri perang ini—yang dipicu oleh rezim Zionis dan AS—adalah dengan mengakui hak-hak sah Iran, pembayaran ganti rugi, dan jaminan internasional yang tegas terhadap kemungkinan agresi di masa depan," imbuhnya.
Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel mulai melancarkan serangkaian serangan brutal ke sejumlah target di dalam Iran, termasuk di Teheran, sehingga menimbulkan berbagai kerusakan dan banyak korban jiwa di kalangan warga sipil.
Televisi pemerintah Iran mengonfirmasi kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei akibat serangan tersebut.
Iran lantas menanggapi serangan itu dengan melancarkan serangan rudal ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Prediksi Skor Arema FC vs DPMM FC di Piala Presiden 2026! Momentum Singo Edan Lolos ke Semifinal
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Persib Bandung vs Tampines Rovers di Piala Presiden 2026! Maung Bandung Bisa Sapu Bersih Laga
Laporkan Malik Bawazier, Suami Endah Fitrianingsih Jadikan CCTV Bukti Perzinaan
Pelapor Perzinaan Malik Bawazier Dicecar 28 Pertanyaan di Polda Metro Jaya
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Iran Ubah Strategi Perang, Teheran Kini Sengaja Paksa AS Masuk ke Konflik Lebih Besar
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Staf KPK dari Kepolisian Jadi tersangka Kasus Pemalang, Diduga Peras Bupati Anom
10 Ribu Massa PSHT Gelar Aksi di Surabaya Imbas Konflik DC dan Petugas Valet
