
Presiden Iran Masoud Pezeshkian.(Al Jazeera)
JawaPos.com - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik lembaga-lembaga internasional atas kegagalan mereka menghentikan tindakan Israel di kawasan tersebut. Dia mengatakan bahwa badan-badan global tetap diam, sementara Israel secara terbuka berbicara tentang pembunuhan dan serangan yang ditargetkan.
Dilansir dari Antara, MInggu (5/7), berbicara pada konferensi di Aula KTT Teheran yang diadakan untuk memperingati mendiang mantan pemimpin tertinggi Ali Khamenei, Pezeshkian mengatakan bahwa organisasi internasional dan para pembela hak asasi manusia diharapkan untuk mencegah tindakan tersebut, tetapi sebaliknya, dukungan politik dan logistik yang diberikan.
Dia mengatakan Israel menyerang banyak negara di kawasan tersebut dan bertanggung jawab atas banyak krisis dan ketidakstabilan di seluruh Timur Tengah, menambahkan bahwa negara-negara Muslim tidak memulai agresi tersebut.
Pezeshkian juga merujuk pada dimulainya "kepemimpinan baru" bagi komunitas Islam, mengatakan bahwa kepemimpinan saat ini memikul tanggung jawab yang berat dan bahwa pemerintahnya akan terus bekerja menuju cita-cita revolusi, memperkuat persatuan Islam dan memperluas solidaritas di antara negara-negara Muslim.
Pernyataan tersebut disampaikan saat upacara pemakaman Khamenei dimulai di Teheran, di mana ribuan pelayat berkumpul di Masjid Imam Khomenei Mosalla.
Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel di Iran pada 28 Februari, yang memicu perang selama beberapa minggu sebelum gencatan senjata tercapai di bawah mediasi Pakistan pada April, yang kemudian diikuti oleh kesepakatan sementara pada Juni.
Menurut jadwal resmi, upacara peringatan akan berlanjut di Teheran sepanjang akhir pekan dengan partisipasi kepala negara, pejabat senior, dan tokoh agama.
Upacara perpisahan publik dijadwalkan pada Sabtu dan Minggu, diikuti oleh prosesi pemakaman utama di Teheran pada Senin. Upacara pemakaman kemudian akan berpindah ke Qom pada 7 Juli.
Baca Juga:Presiden Iran: Teheran Tetap Berkomitmen Terhadap MoU jika Washington Penuhi Kewajiban Kesepakatan
Pada 8 Juli, upacara dijadwalkan di Irak, termasuk di Baghdada, Najaf, dan Karbala, di mana jenazah akan diterima oleh tokoh agama dan politik sebelum dipindahkan ke tempat-tempat suci Syiah.
Upacara pemakaman dan penguburan terakhir dijadwalkan pada 9 Juli di Makam Imam Ali Reza di timur laut kota Mashhad, salah satu situs paling suci dalam Syiah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Slovan Bratislava vs Celje di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Hapoel Beer Sheva vs Sabah FK di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027
Prediksi Skor Vietnam vs Malaysia Leg 2 Semifinal AFF 2026: The Golden Star Warriors Menuju Final!
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Alaves: Momentum Tuan Rumah Bangkit!
Profil Putri Juficha, Miss Earth Indonesia 2025 yang Meninggal di Usia Muda
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Malaga: Los Rojiblancos Menang Tipis?
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
Prediksi Skor Celtic vs LASK Linz di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Potensi The Hoops Menang!
Ada Andik Vermansah Hingga Leo Lelis, 6 Mantan Pemain Persebaya Memperkuat Tim Promosi
