Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 11 Maret 2026 | 02.48 WIB

Iran Buka Peluang Gencatan Senjata Total dengan AS–Israel, Asal Serangan Dihentikan dan Tak Ada Pengkhianatan Lagi

Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT) - Image

Ilustrasi Konflik antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat. (AI/ChatGPT)

JawaPos.com - Pemerintah Iran membuka peluang tercapainya gencatan senjata dalam konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Namun Teheran menegaskan bahwa setiap upaya mediasi internasional harus disertai jaminan kuat bahwa serangan dihentikan sepenuhnya dan tidak akan terulang.

Juru bicara pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani, mengatakan negaranya tidak menutup pintu diplomasi, tetapi menetapkan sejumlah syarat tegas sebagai dasar menuju penghentian konflik.

Menurutnya, Iran tidak memulai perang tersebut, sehingga upaya perdamaian harus dimulai dengan penghentian serangan secara menyeluruh.

“Semua upaya mediasi harus memenuhi syarat, bukan hanya mencapai gencatan senjata tetapi juga menghentikan serangan sepenuhnya dan mencegah pengulangan di masa depan,” kata Mohajerani mengutip WANA News Agency.

Ia menegaskan bahwa tuntutan tersebut mencerminkan keinginan serius masyarakat Iran yang ingin konflik segera diakhiri tanpa risiko pengkhianatan atau serangan ulang.

“Kami tidak memulai perang ini, tetapi kami yang akan mengakhirinya,” lanjutnya.

Mediasi Dilakukan Saat Serangan Masih Berlangsung

Mohajerani mengungkapkan bahwa Iran sebenarnya sedang terlibat dalam proses perundingan ketika serangan dari Amerika Serikat dan Israel terjadi.

Ia menyebut ini sebagai kali kedua pemboman berlangsung di tengah proses negosiasi.

Karena itu, Iran menilai setiap kesepakatan gencatan senjata harus dilandasi komitmen nyata dari pihak lawan agar tidak menggunakan proses diplomasi sebagai celah untuk melanjutkan serangan.

Ia juga menolak narasi bahwa serangan terhadap Iran dilakukan demi kebebasan atau demokrasi.

“Tujuan serangan ini bukan kebebasan atau demokrasi. Mereka ingin memecah Iran. Target mereka adalah Iran dan rakyat Iran,” kata Mohajerani.

Pemerintah Iran juga melaporkan dampak besar serangan terhadap infrastruktur sipil. Sebanyak 52 fasilitas kesehatan dilaporkan menjadi sasaran serangan dan 11 tenaga medis tewas dalam konflik tersebut.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore