
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. (Bernama).
“Saya mendapat informasi bahwa kapal misi kemanusiaan Freedom Flotilla Coalition u uuuang secara tidak sah i perairan internasional oleh tentara zionis Israel sekitar pukul 10.50 pagi waktu Malaysia,” ujar Anwar di Kuala Lumpur, Rabu (8/10).
Menurut laporan yang diterima, sedikitnya sembilan aktivis asal Malaysia ikut dalam dua kapal tersebut bersama relawan dari berbagai negara. Penahanan itu disebut terjadi saat kapal tengah membawa bantuan untuk rakyat Gaza.
Anwar menyebut tindakan tersebut provokatif dan melanggar hukum internasional. Ia menilai penahanan kapal kemanusiaan adalah perbuatan tidak berperikemanusiaan dan bertentangan dengan nilai hak asasi manusia.
“Pemerintahan MADANI Malaysia akan berusaha dengan segala daya dan upaya untuk melindungi setiap nyawa rakyat Malaysia yang terlibat dalam misi ini,” tegasnya. “Kami akan segera berkomunikasi dengan negara mitra dan organisasi internasional untuk memastikan pembebasan mereka.”
Sebelumnya, militer Israel juga sempat menahan relawan dari berbagai negara, termasuk 23 warga Malaysia yang tergabung dalam misi Global Sumud Flotilla. Mereka kemudian dibebaskan dan tiba di Malaysia pada Selasa (7/10) malam setelah menjalani pemulihan di Istanbul.
